Latest News

Thursday, March 23, 2017

Kain Kuning, Simbol Persaudaraan Aceh - Melayu


AtjehUpdate.com, Aceh Besar - Konsorsium Peusaba dan Hikmah, pasang Kain Kuning Simbol Persaudaraaan Aceh-Melayu, pada Nisan Tgk Bak Lingge, Teungku Lhok Leuot dan Makam Putroe Blieng Indra Kusuma, di Desa Ulee Tuy Darul Imarah Aceh Besar, Rabu (22/3).

Konsorsium Peusaba (Peubeudoh Sejarah Adat dan Budaya Aceh), dan Hikmah (Himpunan Kedaulatan Melayu Islam Akhir Zaman), Malaysia,  memasang Kain kuning di tiga komplek Makam, di desa Ule Tuy Darul Imarah Aceh Besar.

Menurut Ketua Panitia Peusaba, Prof Fadhlan Amini, yang didampingi Mawardi Usman, beserta para anggota konsorsium dari berbagai organisasi, kepada Atjehupdate.com, tujuan acara ini adalah, ”Bahwa kami memasang kain kuning ini sebagai simbol dekatnya hubungan Aceh dan Melayu”.

“Kain kuning dibawa khusus dari Malaysia, tepatnya Negeri Selangor, sedangkan talinya dibeli dari negeri perak Malaysia. Pemasangan ini juga bertujuan sebagai kenang-kenangan bagi generasi Melayu-Aceh yang akan dating”, tambah Prof Fadhlan.

Mawardi Usman yang ikut mendampingi rombongan dari negeri melayu ini juga mengatakan, “Ketua Hikmah, Kanda Radzi Sapie, sudah berkali-kali datang ke Aceh, dan saya kira sebagai kenang-kenangan, betapa akrabnya Aceh Melayu, maka sangat baik kalau dipasang kain kuning pada Nisan Pembesar Aceh zaman dulu dan juga untuk mencegah rusaknya situs yang sering digunakan sebagai tempat asah parang dan mengikat lembu”. Demikian kata Mawardi Usman.

Ketua Hikmah, Radzie Sapiee, amat senang dengan acara pemasangan kain kuning ini, acara yang awalnya diagendakan pada hari minggu, namun diundur karena ada sesuatu dan lain hal.

Pemasangan kain kuning tersebut  dilakukan di Komplek Tgk bak lingge,  Tgk Lhok Leuot, dan terakhir pemasangan di komplek makam Eumpe Blieng atau Putroe Blieng Indra Kusuma, yang juga istri Sultan Johan Syah (1205-1234 M), dari pernikahan ini, lahirlah Sultan Ahmad Syah pendiri kota Masah Di Indrapuri. Semua lokasi makam berada didesa Ulee Tuy, Darul Imarah Aceh Besar.


Di dekat makam Eumpe Blieng terdapat Kolam mata air yang jernih, suasana yang sejuk membuat tamu Malaysia amat senang sekali dan memutuskan ikut mandi disana bersama masyarakat sekitar. Semoga hubungan Aceh-Melayu terus terjaga hingga selamanya, tutup Mawardi.[Red]

No comments:

Post a Comment

FROM IKLAN


CONTACT FROM

Name

Email *

Message *