Dengan Semangat Maulid Nabi, Sultan Salahuddin Al Ayyubi Mampu Kalahkan Kaum Crusader (Pasukan Salib)

0
101
Sultan Salahuddin Al Ayyubi dan pasukan Muslim kala menhancurkan pasukan salib
Sultan Salahuddin Al Ayyubi dan pasukan Muslim kala menhancurkan pasukan salib

AtjehUpdate.com,- Banda Aceh, Ketua Peusaba Mawardi Usman mengatakan bahwa Maulid memiliki makna penting dalam sejarah Islam. Sultan Salahuddin Al Ayyubi dengan melaksanakan Maulid Nabi Muhammad SAW barulah dapat mengumpulkan semua umat Islam masa itu untuk merebut Baitul Maqdis yang dikuasai kaum Crusader yang amat benci dengan Islam.

Mereka telah menjadikan Baitul Maqdis sebagai Kakus dan kandang Kuda. Sultan Salahuddin cukup kuat menyerang Kaum Crusader dalam Bulan Ramadan.

Seperti tertulis dalam sejarah Perang Hittin, Kaum Crusader dapat dikalahkan dan ditangkap. Raja Crusader di tangkap dan diperlakukan dengan baik oleh Sultan Salahuddin Al Ayyubi. Namun tidak dengan Knight Of The Templar yang mengotori Baitul Maqdis mereka semua dibunuh atas perintah Sultan karena kekejaman mereka dan penghancuran yang mereka lakukan terhadap mesjid, Zawiyah dan makam ulama Islam dan juga mereka merubah mesjid, Zawiyah dan makam ulama sebagai Kakus.

Pasukan Muslim Hancurkan Kaum Crusader
Pasukan Muslim Hancurkan Kaum Crusader

Salahuddin mengampuni para Crusader yang lain dan tidak membunuh Raja Crusader seperti katanya yang dicatat dalam tinta emas sejarah. “Seorang Raja tidak boleh membunuh raja lainnya” itulah akhlak kemuliaan Islam.

Baca Juga  Ratusan Pelajar dan Guru Nobar Film G30S PKI Bersama Koramil 04/Sawang

Dijelaskan Mawardu, penguasaan Baital Maqdis oleh Kafir Crusader itu hampir 90 tahun lamanya sebelum dibebaskan Sultan Salahuddin Al Ayyubi. “Kisah ini harus menjadi Ibrah bagi kita orang Aceh, karena ada beberapa kelompok hendak menjadikan kompleks Makam ulama sebagai tempat pembuangan Tinja”, ujarnya.

Kutukan Allah akan menimpa bagi orang yang mengganggu para wali-Nya. Rakyat Aceh tidak boleh lupa puluhan tahun hidup dikenal sebagai bangsa tanpa pemilik dalam konflik perang yang nyaris tanpa akhir.

“Hari ini dengan Rahmat Allah bangsa Aceh dikunjungi masyarakat seluruh Dunia tunjukkan pada bangsa luar kita bangsa yang berperadaban jangan jadi Kaum Yahudi dan Crusader yang mau membuat Makam ulama dan Aulia sebagai tempat pembuangan tinja”, kata Mawardi.

Aceh adalah sebuah negeri Islam dengan situs sejarah Islam terbanyak yang masih ada, maka kewajiban seluruh rakyat Aceh dan dunia untuk menjaganya sebagai pembelajaran bagi generasi kini dan generasi yang akan datang, pungkasnya.

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here