Dilema Mahasiswa dan Politik

0
67
AtjehUpdate.com, Aceh Selatan – Perhelatan dan persaingan menuju pilkada di Aceh Selatan sedang maraknya diberitakan. Baik itu dari mulut kemulut atau diedia sosial bahkan media-media massa online pun kian berganti judul terhadap isu pilkada tersebut. Kebanyakan tidak terlepas dari kata mahasiswa. Ada yang mendukung pasangan ini, pasangan itu, bahkan sesama pndukungpun terjadi perdebatan argument dan kesenjangan opini.

Wakil Sekretaris Umum Ikatan Mahasiswa dan Pemuda Kluet Utara (IMPKU) mengatakan kepada media, pada hakikatnya mahasiswa itu adalah salah satu generasi perubahan dan akan menjadi pengaruh besar terhadap kemajuan suatu daerah. “Sudah seharusnya mahasiswa lebih berpikir bagaimana memajukan daerahnya dan mampu melihat bagaimana kondisi dan keadaan politik itu sendiri, bukan hanya mengambil keuntungan dalam kesusahan rakyat,” ungkapnya.
Tetapi kembali ke arti dasar dan tujuan utama dari pada seorang mahasiswa yaitu menimba ilmu dan merubah pemikiran yang arogan ke intelek bukan membuat isu dan kong kalikong terhadap suatu kepentingan politik. Yulizar menambahkan “Disini saya tidak  menyalahkan semua mahasiswa tetapi lebih baik mahasiswa  tersebut  dipergunakan sebaiknya dan jangan disalah gunakan  untuk  kepentingan  politik  sesaat,” cetus Yulizar.
Bagaimana terhadap  mahasiswa  yang  memang  murni  untuk  menimba  ilmu  dan  tidak  berkecimpung  dengan  dunia  politik, tetapi  nama  mahasiswa nya  terseret  juga. “Kan rugi sekali, mendukung  boleh apalagi memberi Saran tapi  jangan over kapasitas. Contohnya perihal yang terjadi di Aceh Selatan  sekarang  dan  pemimpin yang  bagaimana  yang  dibutuhkan  oleh masyarakat Aceh Selatan,” pungkasnya.
Saat ini Aceh Selatan  memerlukan pemimpin yang berdedikasi dan kedisiplinan yang lebih tegas untuk memantapkan kinerja para  aparatur dan pegawai negeri yang masih sangat kurang profesional dalam bertugas.
“Saya hanya berpendapat dan memberi saran terhadap keadaan di Aceh  selatan untuk sekarang terutama dibidang kesehatan agar proses atau sistematisnya lebih baik lagi dan jangan terlalu memperumit pasien, bahkan  dibidang spesialis atau dokter harus  lebih lengkap lagi,” tutup Yulizar atau  akrab disapa dengan siadek.[Najmi]
Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here