Dinas PUPR Aceh Tamiang Jangan Permainkan Nasib Masyarakat Miskin

0
73


AtjehUpdate.com, Aceh Tamiang – LSM Gadjah Puteh minta Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang melalui Dinas PUPR tidak mempermainkan hajad hidup masyarakat miskin.
Hal itu dikatakan Direktur Eksekutif nya, Sayed Zahirsyah pada atjehupdate.com, Kamis (10/8) disela observasi lapangan yang dilakukannya di Dsn Titi Baru, Kampung Matang Tepah Kec. Bendahara Kabupaten Aceh Tamiang.
Pihaknya merasa sedih melihat nasib salah seorang janda miskin warga setempat yaitu Jamilah, yang saat ini tinggal bersama keluarganya di bangunan berukuran 2 x 2 meter.
Jamilah merupakan salah satu warga, oleh Dinas PUPR Aceh Tamiang dijanjikan akan mendapat bantuan pembangunan rumah sehat sederhana Type 36.
Faktanya, di dinding rumah milik janda miskin itu telah ditempel atau dipasang plang proyek sebagai penerima manfaat pembangunan rumah sehat sederhana tercantum dengan nomor kontrak: 600.640/1301.3/2017 tanggal kontrak 10Juli 2017. Nilai Kontrak Rp. 1.202.500.000 (Satu Miliyar Dua Ratus Dua Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) dengan jumlah bangunan yang akan dibangun sebanyak 13 unit, Sumber Dana Otsus. Pelaksana CV Setia Abadi dan CV. Aljabar sebagai pihak pengawas.

Gadjah Puteh berharap, Pemkab Aceh Tamiang melalui Dinas PUPR untuk segera merealisasikan pembangunannya, apalagi sebelumnya oleh orang yang mengaku dari CV Setia Abadi mendatangi rumah Jamilah meminta yang betsangkutan untuk membongkar sendiri rumahnya sebelum dilakukan pembangunannya, alasannya dikatakan karena tidak tersedia dana pembongkaran.
“Sebagai masyarakat awam dan dalam kondisi hidup serba kekurangan, khabar itu tentu sangat membahagiakan,” tukas Sayed.
Setelah dua pekan rumah dibongkar, tetapi tanda pelaksanaan pembangunannya tidak terbukti dilapangan. 
“Inikan zalim namanya, rumah orang sudah kadung dibongkar, dan dijanjikan akan dibangun, tetapi tidak dilakukan pembangunannya,” kata Sayed geram.
Sementara itu, Datok Kampung Matang Tepah, Suherman mengakui, beberapa waktu lalu dirinya didatangi oleh seorang yang mengaku dari CV Setia Abadi.
“Orang itu mengaku dari rekanan pelaksana pembangunan rumah sehat sederhana CV Setia Abadi, yang bersangkutan meminta untuk ditunjukkan rumah warga yang akan dibangun, saya bawalah ke lokasi rumah Jamilah,” kata Suherman.
Lanjutnya, setelah menempelkan plang pengerjaan diberitahukan oleh yang bersangkutan pembangunan rumah akan segera dilaksanakan dan pemilik rumah untuk membongkar sendiri rumahnya alasannya tidak tersedia dana pembongkaran.
“Namun, hingga saat ini rumah warga saya yang telah dibongkar oleh pemiliknya, tidak ada tanda pelaksanaan pengerjaan pembagunannya,” ungkap Datok.
Dikatakannya, terhadap kondisi itu dirinya selaku orang yang dituakan dalam kampung telah melaporkan ke DPRK Aceh Tamiang. “Selanjutnya kondisi ini juga akan kami laporkan ke pihak Camat,” ujarnya .
Selain itu Suherman menegaskan juga, jika dalam beberapa hari ini tidak juga dilakukan pembangunannya oleh pihak rekanan, dirinya bersama masyarakat Kampung Matang Tepah akan membangun sendiri rumah janda Jamilah secara gotong royong. imbuh datok Suherman.
Sementara itu Kabid Perumahan Rakyat Dinas PUPR Kabupaten Aceh Tamiang yang juga Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) proyek bantuan rumah dhuafa, Subhan, ST saat dikonfirmasi atjehupdate.com, melalui selularnya 08529760XXXX tidak mau menjawab dan tidak membalas sms awak media.[Jagad]
Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here