Forum Barsela Menulis Aktif Kembali Gali Potensi Jurnalis Muda

0
54
AtjehUpdate.com, Banda Aceh – Setelah hampir setengah tahun kelas menulis Forum Barsela Menulis (FBM) tidak aktif melakukan proses belajar-mengajar, FBM kembali aktif dalam menggali bakat dan potensi para penulis dan jurnalis muda Pantai Barat Selatan Aceh yang dilaksanakan, Rabu (26/7) di Anjungan PKA Aceh Singkil, Taman Ratu Safiatuddin, Lampriet, Banda Aceh.
FBM merupakan gugusan penulis dan jurnalis pemula serta profesional Pantai Barat Selatan ini yang didirikan pada 25 maret 1991, di Barsela Kande (red: kediaman Senator DPD RI, Rafli Kande), Batoh, Banda Aceh.
Walaupun bak seumur jagung, FBM harus bangga karena tokoh penulis dan jurnalis profesional Pantai Barat Selatan Aceh yang sangat populis di kalangan media dan masyarakatnya dijadikan sebagai pembina dalam membimbing dan mengarahkan pegiat FBM untuk terus giat dan aktif menulis sebagai awal untuk melahirkan penulis dan jurnalis yang siap ditempatkan untuk menorehkan dawat cinta untuk keabadian.
Riri Isthafa Najmi sebagai ketua Forum Barsela Menulis (FBM) menyampaikan, sangat antusias dan kagum melihat semangat para sahabat FBM yang tetap serius dan masih konsisten dalam belajar-mengajar menulis, baik dalam proses kelas menulis maupun komunikasi aktif di grup WA FBM.

“Alhamdulillah, semangat teman-teman sangat luar biasa. Apalagi setelah 6 bulan aktif kelas menulis bersama beberapa para pengajar profesional, banyak dari sahabat FBM yang telah memenangkan lomba, baik lomba blogger maupun lomba menulis lainnya,” ujar Riri.
Riri juga menyampaikan rasa bangga bisa belajar bersama dengan komunitas menulis lainnya. “Kelas menulis hari ini pun dihadiri oleh 40-an penulis dan jurnalis beberapa undangan khusus dari penulis profesional lainnya seperti Gam Inong Blogger (GIB), Forum Lingkar Pena (FLP), awak media, dll,” kata Riri.
Yarmen Dinamika, selaku pembina FBM juga menyampaikan rasa senang dan bangga saat mengajar kelas menulis FBM.
“Kelas tadi sangat menyenangkan. Saya paling senang pada keberagaman pesertanya. Pesertanya hadir dari Singkil hingga Tamiang. Ka habeh ban sigom Aceh,” ungkap Yarmen yang juga pimpinan redaksi Serambi Indonesia itu.
“Saya selalu optimis bahwa berlatih menulis itu banyak manfaatnya. Baik bagi diri sendiri maupun bagi publik selaku pembaca. Dengan menulis orang jadi tahu bahwa nalar kita jalan, sebab apa yg kita tulis itu adalah hasil olah pikir kita. Semakin bagus sebuah tulisan, itu cerminan nyata bahwa betapa berkualitasnya daya pikir orang tersebut dan betapa piawainya ia bermain kata dan menggayakan kalimat,” imbuh Yarmen.
Singkatnya kata Yarmen, “Menulis itu adalah sebuah keterampilan berkelas. Karena begitu banyak orang yang pandai omong, tapi tak mampu mentransformasikan buah pikirannya menjadi tulisan yang bernas, bermanfaat, dan mengesankan,” katanya.

Yarmen menambahkan, “Nah, untuk mencapai semua kualifikasi itu, maka berlatih menulis adalah kunci utamanya. Bagi yang belum mahir menulis, maka berlatihlah terus. Dari penulis pemula, yakinkah Anda akan dijuluki penulis produktif dan sangat mungkin jadi penulis kawakan atau bahkan penulis top. Ayo buktikan bahwa Andalah penulis top markotop itu,” tutup Yarmen.[Red]
Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here