KH Ma’ruf Amin: Agama tidak Boleh Disejajarkan Dengan Aliran Kepercayaan

0
68
KH Ma'ruf Amin, ketua Umum MUI
KH Ma'ruf Amin, ketua Umum MUI

MUI Usul KTP Khusus Bagi Penghayat Kepercayaan

AtjehUpdate.com,- JAKARTA, Ketua Umum MUI, KH Ma’ruf Amin mengusulkan dibuatkannya kartu tanda penduduk (KTP) khusus guna mencantumkan kolom penghayat kepercayaan (red- aliran) tanpa mengubah ktp yang sudah ada di masyarakat.

Dikatakannya, “MUI mengusulkan KTP-nya dibuat secara khusus saja. Supaya tidak menimbulkan masalah dan penolakan, tapi putusan MK itu supaya terpenuhi,” kata Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin, usai penutupan Rakernas III MUI, di Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (29/11).

Sebagaimana dikutip dari Antara, rekomendasi MUI tersebut dihasilkan dalam rakenas. Dimana MUI meminta kepada pemerintah agar melakukan langkah-langkah yang cerdas guna mencegah timbulnya kontradiksi dan kegaduhan di masyarakat. Yakni pemerintah wajib melayani warga negara yang membutuhkan pelayanan terkait putusan MK tentang identitas pribadinya dengan sebuah ketentuan.

Dalam rekomendasi itu MUI juga meminta pemerintah dapat melakukan pencatuman identitas penghayat kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa pada kartu keluarga. Pemerintah dapat mencetak KTP yang mencantumkan kolom aliran kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan jumlah kebutuhan warga penghayat kepercayaan.

Baca Juga  Jokowi : Jika Fraksi di DPR Mau Revisi UU Ormas, Silahkan

Karenanya, adapun urusan yang terkait dengan hak-hak sipil sebagai warga negara, warga penghayat kepercayaan tetap berada di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagaimana yang selama ini telah berjalan dengan baik.

Dijelaskan oleh KH Ma’ruf Amin, tidak perlu menambah KTP yang ada dengan menambahkan aliran kepercayaan. KTP yang sudah ada tetap saja, karena agama tidak boleh disejajarkan dengan aliran kepercayaan.

“Jadi buatkan KTP khusus buat mereka dengan ada pencantuman aliran kepercayaan,” ujarnya.

Ia mengatakan jika mengubah KTP yang sudah ada tidak efisien karena akan menelan biaya besar. Pembuatan KTP baru hanya dibutuhkan bagi warga yang menganut penghayatan kepercayaan.

Ia menyarankan, “Supaya lebih efisien, dibuatkan untuk mereka saja (red- KTP khusus), kalau bikin baru lagi, nanti ada tiang listrik yang ketabrak lagi,” katanya sambil tersenyum

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here