Memblokir Telegram, IMM: Jokowi Berlebihan

0
56
AtjehUpdate.com, Aceh Selatan – Pemerintah Jokowi melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika memblokir telegram dengan alasan memuat banyak konten soal radikalisme dan terorisme.
Tak luput dari perhatian Mizan Aminuddin selaku Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Ketum DPD IMM) Aceh menanggapi langkah pemerintah itu. Dia berpandangan sangat heran jika pihak pemerintah terlalu berlebihan dalam mengambil sikap.

“Kami sangat heran melihat langkah pemerintah untuk memblokir salah satu media sosial (Telegram) itu terlalu berlebihan”. Ungkap Mizan kepada AtjehUpdate.com, Minggu (16/7) melalui WhatsApp nya.
“Kalau tidak bisa membobolkan gawang lawan, jangan gawangnya dibesarkan tapi ubahlah pola dan strategi nya”. Tegas Mizan.
Dalam hal itu, ia berpendapat jika media sosial ini adalah sebagai alat komunikasi secara online tanpa batas ruang dan waktu. Dan dia menambahkan jika pemerintah seharusnya lebih kepada pencegahan salah satu nya diperketat penjualan bahan-bahan alat kimia di pasaran.
“Kita tau bahwa jika Telegram ini salah alat media untuk berkomunikasi secara online tanpa batas ruang dan waktu, jadi harus nya diperketat penjualan bahan-bahan alat kimia untuk meracik bom yang dijual di pasaran”. Imbuh Mizan Aminuddin.
Terakhir Ketum DPD IMM Aceh mempertanyakan keberanian pemerintah pusat dalam pencegahan radikalisme dan terorisme untuk memblokir juga media sosial lainnya dimana penggunanya jauh lebih banyak.
“Kalau pemerintah serius, blokir juga donk media sosial lainnya seperti Facebook, YouTube karena penggunanya jauh lebih banyak di negeri ini ketimbang Telegram, kan sama-sama media sosial?”. Tutup Mizan.[FT]
Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here