Mengapa Jenderal Gatot Buru-Buru Diganti?

0
191
Panglima TNI Di Tembagapura
Panglima TNI Di Tembagapura

AtjehUpdate.com,- JAKARTA, Faisal Assegaf, Ketua Progres 98 menilai sikap Presiden Joko Widodo yang meminta DPR mempercepat porses pergantian Jenderal Gatot sangat tidak elok dan terkesan treburu-buru.

Dikatakannya, pergantian Panglima TNI yang terkesan mendadak dinilai sebagai pelecehan terhadap institusi TNI.

Karena menurut Faisal, pergantian yang tidak tepat waktu ini dinilai aneh, karena tidak ada situasi kegentingan, tapi presiden begitu agresif mencopot Jenderal Gatot Nurmantyo, padahal masa jabatannya berakhir pada Maret 2018.

“Langkah yang ditempuh Jokowi memberikan gambaran bahwa pencopotan Gatot lebih pada kalkulasi kepentingan politik jelang Pilpres 2019,” kata Faisal seperti lansiran Jpnn di Jakarta.

Faizal mencontohkan TNI ibarat partai Golkar dan PPP yang dibuat tersandera. Menurutnya, manuver istana sangat tidak elegan, seolah memposisikan institusi TNI menjadi tersandera, mirip dengan perlakuan Jokowi terhadap Golkar dan PPP.

Ditegaskannya, institusi TNI adalah salah satu lembaga strategis negara, tidak boleh diobok-obok lantaran terkesan Jokowi disinyalir tidak memiliki hubungan yang harmonis dengan Jenderal Gatot.

Baca Juga  Din Syamsuddin : Gatot Tidak Takut Pada Siapapun Kecuali Tuhan

Faisal menyatakan, Jokowi memang memiliki hak prerogatifnya untuk memilih calon Panglima TNI yang baru. Namun, menurutnya, Presiden Jokowi tampak tergesa-gesa mengambil keputusan atas desakan kelompok terkait yang selama ini giat menyerukan pencopotan Gatot.

“Jokowi harus sadar, mengganti Panglima TNI tidak sama dengan menundukkan partai politik untuk manut pada kepentingan kekuasaan presiden,” tegas Faizal.

Sebaiknya pergantian Panglima TNI dilakukan sebulan sebelum masa pensiuan jenderal Gatot. Selain itu menunggu terpilihnya Ketua DPR yang baru serta Munaslub Golkar, sehingga suksesi Panglima TNI tidak dicemari oleh dinamika politik yang tidak sehat.

Jika keputusan presiden dipengaruhi oleh tekanan dan hasutan kelompok-kelompok yang giat menyudutkan Jenderal Gatot, menurutnya, sangat fatal, dan bisa berakibat menyeret institusi TNI dalam kemelut politik, tutupnya.

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here