Miris.! Komplek Sejarah dan Situs Kerajaan Aceh Dijadikan Tempat Pembuangan Akhir (TPA)

0
98
AtjehUpdate.com, Banda Aceh – Peusaba dan Komandan Al Asyi serta Komunitas Seuramoe Pasee minta Proyek pembuangan limbah di kompleks Darul Makmur, Gampong Jawa dihentikan. Ketua Peusaba (Peubeudoh Sejarah Adat dan Budaya Aceh), Mawardi Usman dan Tuanku Waroul Walidin pimpinan Komandan (Komando Aneuk Muda Alam Peudeung) Al Asyi serta Murtadha, ketua Komunitas Seuramoe Pasee yang meninjau lokasi pembangunan tempat pembuangan limbah tinja di Gampong Jawa mengaku sangat kecewa. Sebab daerah tersebut merupakan titik nol kerajaan Aceh Darusallam yang sudah berusia 800 tahun lebih. Kamis (13/7).


Demikian disampaikan oleh beberapa lembaga tersebut pada AtjehUpdate.com, melalui pesan WhatsApp nya. Menurutnya lagi, bahkan ada makam yang dipindahkan karena pembangunan proyek pembuangan limbah tinja, ini sangat disayangkan dan merendahkan harga diri orang Aceh yang hidup dengan kebanggaan sejarahnya.


“Kita akan malu kepada dunia karena menjadikan situs tempat sejarah besar Aceh sebagai tempat pembuangan limbah tinja disana. Karena itu Peusaba meminta kepada pemerintah Kota Banda Aceh agar segera menghentikan Proyek itu secepatnya dan memindahkan ketempat lain yang lebih layak. Apalagi sambungan pipa dari Peuniti ke Gampong Jawa pasti akan mengenai banyak situs dan merusak situs yang lain”. Ujar Mawardi Geram.


Kedepan siapapun pemegang pemerintahan di Aceh baik level Gubernur hingga level Geuchik agar tidak serta-merta menyetujui sebuah proyek tanpa bermusyawarah dengan para ahli ulama cerdik pandai dan ahli Adat Aceh. Sebab itulah yang dilakukan oleh pendahulu orang Aceh hingga masa yang akan datang.Pungkasnya.[Red]
Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here