Mudik, let’s go!

0
95
AtjehUpdate.com, “Mudik”, sebuah kata yang tak asing lagi bagi masyrakat di Indonesia. Ya, mudik adalah berlayar, pergi atau cak pulang ke kampung halaman (KBBI). Dapat kita pahami bahwa mudik merupakan tradisi yang dilakukan masyrakat di negeri ini untuk pulang ke kampung halaman dari ibu kota untuk merayakan hari Raya Idul Fitri bersama keluarga serta sanak saudara setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh.
Bermacam ragam cara yang ditempuh. Ada yang memilih transportasi umum seperti kapal, pesawat, kerata api, bus dan lainnya. Bahkan tak sedikit juga yang memilih transportasi pribadi salah satu nya roda dua (motor).
Tak ketinggalan, saya pun bersama rekan-rekan (Aldo, Dani dan Maulizar) juga melakukan mudik menuju kampung halaman tercinta (Aceh Barat Daya) dengan jarak tempuh lebih kurang 300 km selama 7 jam perjalanan. Kali ini kami pun memilih jalur darat dengan roda dua (motor).  Tentu sangat beralasan bagi kami, selain praktis juga sekaligus dapat melihat pemandangan alam yang indah di pesisir Barat Selatan Aceh. Namun, tantangan yang dihadapi adalah cuaca panas selama perjalanan. Wuuuh, saran saya anda tetap kuat dalam menjalani ibadah puasa bagi bersepeda motor seperti kami.
Ada hal yang cukup mengejutkan kami saat memasuki wilayah Aceh Jaya. Tiba-tiba, sekitar jam 12.00 wib terlihat awan putih berlafazkan Allah dalam tulisan Allah. Dengan spontan pun, saya mengucapkan “Subhanallah” sembari dalam hati berdoa “mudah-mudahan kami tiba dengan selamat, amin”.
Mudik, let’s go! Moga kita bisa merayakan Idul Fitri 1438 H bersama orang-orang yang kita cintai dan tiba dengan selamat bagi anda yang menjalani mudik dimanapun. Amiin
Sebelum berangkat bagi anda penggguna motor untuk mengecek kesiapan kendaraan. Mulai dari rem, ban motor, oli, STNK, SIM dan lainnya. Dan pastikan bagi anda yang hendak melakukan mudik punya kampung halaman (Cak Lontong).[Najmi]
Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here