Pembuatan Saluran Beton Amburadul Seperti Ular

0
64
AtjehUpdate.com, LANGSA – Pembuatan saluran beton batas yang berada di Gampong Paya Bujuk Seulemak dan Gampong Paya Bujok Beuramoe dinilai amburadul, karena dalam pemasangan jarak besi dinding saluran tersebut tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Demikian diungkapkan Sekretaris Komisi IV DPRK Langsa yang membidangi Pembangunan, Samsul Bahri SH, kepada atjehupdate.com, Minggu (9/7) di Langsa.
Samsul Bahri atau yang lebih akrab disapa Robert, menuturkan bahwa dirinya telah melakukan peninjauan terhadap pembangunan saluran beton dan setelah di kroscrek ternyata pihak rekanan tidak melakukan pembuatan pekerjaan sesuai spesipikasi gambar.
“Kita dapati dilapangan pembuatan saluran beton tersebut yang seharusnya jarak pemasangan besi 15 cm, namun kenyataannya berjarak 25 cm hingga 27 cm,” terang Rober.
Sekretaris Komisi IV DPRK Langsa yang membidangi Pembangunan, Samsul Bahri SH, saat melakukan peninjauan pembuatan saluran beton batas Gampong PB. Seulemak – Gampong PB. Beuramoe, Kec. Langsa Baroe, Minggu (9/7).

Masih menurutnya, kondisi lebar disaat pengercoran juga belum cukup, dan lebih parahnya lagi bangunan tersebut kalau dilihat seperti ular yakni terlalu berkelok-kelok.
“Kami meminta pihak rekanan segera memperbaiki jarak besi dimaksud dan merapikan saluran tersebut, dan kepada PPTK Cipta Karya PUPR Kota Langsa agar lebih intens dalam memonitoring pekerjaan pihak rekanan jangan hanya menonton dan terjadi pembiaran, begitu juga dengan pengawas,” tegas Robert.
Dan lebih anehnya lagi ketika dilakukan peninjauan pembuatan saluran beton tersebut pihak konsultan yang mengontrol pekerjaan malah mempertanyakan gambar pada pihak Dewan.
“Bapak ada bawa gambarnya, coba kami lihat biar kita sesuaikan,” terang Robert menirukan ucapan sang konsultan pekerjaan tersebut.
Dalam plang tertera pembuatan saluran beton batas Gampong PB. Seulemak – Gampong PB. Beuramoe, Kec. Langsa Baroe, dengan nomor kontrak 6/SPK/PML/DID/CK/2017, nila kontrak Rp.398.576.000, dengan pelaksana CV. Harapan Baru.
Sementara itu PPTK Cipta Karya PUPR Kota Langsa, Iskandar, yang dikomfirmasi wartawan mengatakan bahwa apa yang sudah menjadi temuan pihak Dewan kita akan tindak lanjuti.
“Intinya kita perintahkan pihak rekanan agar dapat membongkar kembali besi yang sudah dipasang dan disesuaikan dengan gambar dahulu baru dilakukan pengecoran,” kata Iskandar.[Ra]

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here