‎Eksploitasi Air Bersih Lengkong Secara Berlebihan Telah Merusak Rumah Warga

1
85
Warga memperlihatkan dinding rumahnya yang retak karena kondisi tanah semakin labil
Warga memperlihatkan dinding rumahnya yang retak karena kondisi tanah semakin labil

AtjehUpdate.com,- LANGSA, Salah seorang tokoh masyarakat Gampong Lengkong, Suandi Mahmud kepada wartawan mengatakan, pihaknya merasa sangat kecewa dengan kegiatan pengusaha eksploitasi tersebut, Selasa (13/2/2018).

Eksploitasi air bersih di gampongnya sudah sangat tidak wajar dan berlebihan. Sehingga, menyebabkan kondisi bangunan rumah warga sangat memprihatinkan.

Seperti yang dialami sekarang, kondisi bangunan rumahnya kini banyak retak dan lantainya nyaris ambles. “Coba lihat ini dinding dapur, kamar, ruang tamu dan samping bagian rumah banyak yang sudah retak bahkan kondisi bangunan rumahnya sudah miring ke belakang,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi ini sudah berlangsung lama, namun sejak tahun 2016 kondisinya semakin parah, dimana hampir seluruh bangunannya mengalami keretakan.

Ironisnya, hal ini sudah pernah dilaporkan kepada Geuchik, Pemerintah Kota Langsa, tapi sampai saat ini tidak ada tanggapan berarti, bebernya.

Ia menegaskan, dirinya sudah pernah meminta kepada Geuchik untuk dilakukan musyawarah dengan memanggil pemilik usaha pengeboran air bersih dan warga yang rumahnya rusak, guna mencari solusi terbaik, tapi sampai saat ini permintaannya itu tidak pernah dikabulkan.

Baca Juga  Jokowi Tawarkan Laos Beli Alutsista Buatan Indonesia

Lebih jauh dikatakannya, jika Gampong Lengkong ingin dijadikan sebagai kawasan industri air bersih silahkan, tapi harus dijelaskan terlebih dahulu dasar hukumnya dan kami siap dipindahkan dengan kompensasi ganti rugi.

“Jangan seperti ini, usaha pengeboran air bersih terus berjalan, sementara rumah warga yang mengalami kerusakan dibiarkan begitu saja,” tuturnya.

Pada prinsipnya, dirinya dan beberapa warga yang terkena imbas akibat eksploitasi air bersih itu tidak bermaksud untuk menghalang-halangi warga yang mencari rejeki. Namun, mereka (pengusaha air bersih) juga harus memikirkan kondisi warga lainnya.

“Saya tidak tau, apakah usaha pengeboran air bersih di gampong ini memiliki izin yang lengkap atau tidak.

Tapi yang jelas saat ini usaha pengeboran air bersih itu terus berjalan, meskipun puluhan warga lainnya terkena imbasnya,” jelasnya lagi.

“Jika usaha pengeboran air bersih itu memiliki izin yang lengkap, maka tolong tunjukan. Dalam hal ini, kami hanya mencari keadilan atas rumah kami yang rusak,” pungkasnya.

Sekretaris Gampong Lengkong, Siswanto, kepada wartawan menuturkan, pengeboran air bersih di gampong ini sudah berlangsung sejak tahun 2008 dan saat ini sudah sebanyak 10 usaha air bersih.

Baca Juga  Tim Survey Akreditasi Tinjau Rumah Sakit Cut Nyak Dhien Langsa

Setiap harinya sekitar 100 ribu liter air yang tereksploitasi, sementara PAD dari usaha tersebut untuk gampong tidak ada dan kami berharap kepada pengusaha air bersih tersebut agar kedepannya dapat memberikan PAD atau bentuk kontribusi.

Saat ditanya apakah eksploitasi air bersih itu berimbas kepada masyarakat, Siswanto, mengakui, selama ini ada masyarakat yang mengeluh akibat maraknya ekdplorasi air bersih tersebut.

Kini mulai terlihat, sumber air disekitar lokasi mulai mengering serta kerusakan pada rumah warga yang berada disekitar lokasi semakin parah, tuturnya.

“Kami minta kepada pemerintah setempat agar segera mengirimkan tim untuk meninjau kembali keberadaan pengusaha air bersih tersebut,” imbuhnya.

Facebook Comments

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here