14 April 1873 Kemenangan Aceh Terhadap Belanda yang Mendunia

0
384

AtjehUpdate.com,- Banda Aceh, Sebagai refleksi sejarah atas keberanian pasukan perang Aceh kala melawan Belanda, Mawardi Usman, ketua Peubeudoh Sejarah Adat dan Budaya Aceh (PEUSABA) menceritakan kembali bagaimana perkasanya mereka. Bahwa pada tanggal 26 Maret 1873 Komisaris Belanda Nieuwenhuijzen diatas Kapal Citadel Van Atrwerpen mengumumkan maklumat perang melawan Aceh, padahal Kesultanan Aceh tidak memiliki kesalahan apapun.

Maklumat perang ini dijawab Aceh. Pasukan Aceh bersiaga di sepanjang pantai Aceh. Perang dahsyat dari kapal melawan meriam Aceh pun meletus. Baru pada tanggal 8 April 1873 Belanda dapat mendarat di Pante Cermin.

Diceritan Mawardi, berdasarkan literatur sejarah, perang terus berlangsung setelah merebut Kuta Meugat di Gampong Pande. Belanda langsung menyerang Mesjid Raya, setelah mesjid Raya terbakar Belanda bersorak kegirangan membuat kemarahan pasukan Aceh. Pasukan mati-matian mempertahankan Mesjid Raya Baiturrahman yang membuat banyak perwira dan tentara Belanda tewas.

Tanggal 14 April 1873 Kohler yang sedang meneropong ke arah Istana Aceh tewas ditembak Sniper Aceh. Menurut data dari Buku Yunus Djamil, sniper itu adalah Teuku Nyak Raja Luengbata, panglima dalam Istana Sultan.

Mawardi Usman, ketua Peusaba
Mawardi Usman, ketua Peusaba

Tewasnya Kohler membuat belanda terkejut dan mundur ke pantai. Setelah terkepung akhirnya Belanda mengakhiri ekspedisi dan pulang membawa kekalahan.

Kemenangan Aceh ini diberitakan di seluruh media dunia saat itu, bahwa di timur masih ada kaum pemberani dari Utara yang sanggup mengimbangi kekuatan Barat.

Dengan ini Peusaba meminta para pemuda dan pemudi serta segenap masyarakat Aceh jangan melupakan sejarah, sejarah telah mencatat kita adalah bangsa yang besar dan yang sangat diperhitungkan oleh musuhnya. “Jadilah orang Aceh yang bermartabat seperti indatu kita dahulu”.

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here