AtjehUpdate.com,- Idi, Ketua Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM) Nasruddin mendesak Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat untuk segera memberi perlindungan hukum kepada 16 (enam belas) orang nelayan asal Aceh Timur yang ditangkap oleh pihak Kepolisian Laut Myanmar pada Selasa (6/11/2018), tepatnya di Kawthaung, Provinsi Tanintharyi, Myanmar.

Menurut Nasruddin berdasarkan informasi yang diterima pihaknya  nelayan tersebut berangkat melaut dengan menggunakan Kapal Motor (KM) Bintang Jasa dari Kuala Idi Aceh Timur, pada Rabu (31/10/2018).

Adapun ke -16 nelayan tersebut yakni Jamaluddin, Nurdin, Samidan, Efendi, Rahmat, Saifuddin, Nazaruddin, Syukuri, Darmawan, Safrizal, Umar, M.Aris, Jamaludin, Sulaiman, M.Akbar dan Paturahman.

Nelayan asal Aceh Timur ini ditangkap Selasa (6/11) sekira pukul 08.00 pagi waktu setempat. Hingga saat ini, mereka belum bisa berkomunikasi dengan berbagai pihak.

Oleh karena itu FPRM  meminta kepada kedutaan Myanmar di Jakarta agar dapat membantu proses pemulangan nelayan tersebut, mengingat  mereka memasuki Laut Negara Myanmar bukan karena sengaja menyalahi keimigrasian, ujarnya kepada AtjehUpdate.com, Sabtu (10/11/2018).

Namun demikian pihaknya menyatakan sangat apresiasi kepada Panglima Laot  dan KBRI di Myanmar yang begitu cepat merespon dan menindaklanjuti informasi  dengan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memberikan advokasi kepada nelayan yang telah ditahan di Myanmar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here