AtjehUpdate.com,- Langsa, Sebanyak 30 peserta mengikuti pelatihan dan pengembangan desa wisata yang dilaksanakan di Aula Hutan Kota Langsa, Senin (25/3).

Pelatihan dan pengembangan  desa wisata itu diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Jamaluddin,  SE, M. Si, Ak dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah Aceh sangat konsen untuk pengembangan sektor pariwisata, hal ini dibuktikan dengan banyaknya kucuran dana yang digelontorkan.

“Pemerintah Aceh paling besar mengalokasikan anggarannya ke sektor pariwisata di Aceh, dengan berbagai event, atraksi dan pengembangan kawasan pariwisata,”kata Jamaluddin.

Menurut Jamal, terdapat komponen dasar yang wajib tersedia dalam rangka pengembangan desa wisata, yaitu atraksi dan akomodasi.

“Dalam pengembangannya, dua aspek sangat perlu untuk ditunjang dengan aspek-aspek lain, seperti aksesabilitas, insfrastruktur, dan kapasitasi sumber daya manusia yang mumpuni,”tukasnya.

Dirinya berharap agar seluruh peserta dapat dapat mengikuti pelatihan dengan serius dan menyerap seleuruh materi yang disampaikan oleh narasumber sehingga akan menghasilkan sebuah pemahaman baru dan lanjutan terhadap pengembangan desa wisata.

Sementara itu, Wakil Walikota Langaa Dr.H. Marzuki Hamid,MM  saat membuka acara menyebutkan, tahun 2018 lalu jumlah wisatawan yang berkunjung ke kota jasa itu terus meningkat.

Saat ini Pemko Langsa terus meningkatkan dan mengembangkan lahan wisata seperti RTH Kota Langsa, hutan mangrove dan kebun raya.

Kerena menurutnya, sebagai kota jasa harus mengembangkan destinasi wisata sebagai salah satu sumber  pendapatan Kota Langsa.  “Langsa tidak memiliki tambang, emas, batu bara maupun minyak bumi, maka perlu dicari dan digali potensi yang dimiliki oleh daerah,”sebutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here