Akibat Kemarau Panjang, Wilayah Hulu Tamiang Kering Kerontang

0
376

AtjehUpdate.com,- Kualasimpang, Bencana kekeringan di Aceh Tamiang semakin meluas, melanda sejumlah desa di dua Kecamatan wilayah hulu. Desa yang mengalami kekeringan meliputi Desa Harum Sari, Wono Sari, Bandar Setia dan Desa Perkebunan Pulo Tiga, Kecamatan Tamiang Hulu. Selanjutnya Desa Jambo Rambong di Kecamatan Bandar Pusaka juga krisis air bersih.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, Rabu (21/2) telah mengerahkan belasan personelnya dan empat unit mobil tangki berkapasitas 4000 liter untuk memasok air bersih kepada masyarakat di dua Kecamatan yang dilanda kekeringan tersebut. Kekeringan di pedalaman hulu Aceh Tamiang dikabarkan sudah terjadi sejak sepekan terakhir. Kekeringan dipicu kemarau panjang membuat sumber air dari sumur-sumur warga ikut kering kerontang.

“Desa yang terkena dampak kekeringan berada di dua kecamatan, Tamiang Hulu dan Bandar Pusaka. Pagi ini kita sudah membantu air bersih sebanyak empat tangki berikut 20 buah tandon (wadah air) dan mengirim satu unit truk serbaguna untuk keperluan warga disana,” kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Aceh Tamiang, Syamsul Bahri yang dihubungi, Rabu (21/2).

Menurut Syamsul, bencana kekeringan semakin meluas, yang awalnya dialami masyarakat di tiga desa kini sudah bertambah menjadi lima desa. Akibatnya bertambah pula ratusan kepala keluarga (KK) yang tidak mendapatkan air bersih untuk keperluan sehari-hari.

Sesuai Instruksi Bupati Atam, pihak BPBD akan terus menyalurkan kebutuhan air bersih guna mengantisipasi dampak buruk kekeringan yang terjadi sampai musim kemarau di wilayah hulu berakhir. “Dampak kekeringan semakin meluas, kami akan terus menyuplai air bersih sampai hujan turun dan wilayah itu tidak kekeringan lagi,” sebutnya.

Camat Tamiang Hulu, Iman Suhery yang turun langsung ikut mendistribusikan air bersih ke rumah-rumah penduduk mengatakan, saat ini ada empat desa dilanda kekeringan di Tamiang Hulu, yakni Wono Sari, Harum Sari, Bandar Setia dan Desa Perkebunan Pulo Tiga.

Namun demikian, warganya merasa terbantu dengan datangnya bantuan air bersih dari BPBD Aceh Tamiang dan langsung dibagikan kepada warga. “Atas bencana kekeringan ini, BPBD Aceh Tamiang sudah membuat Posko di Tamiang Hulu dan menyatakan status bencana,” ungkap Camat.

Sebelumnya, kata Iman Suhery, tiga desa di Kecamatan Tamiang Hulu (Tahu), yakni Harum Sari, Wono Sari dan Bandar Setia lebih dulu mengalami kekeringan. Kendati sudah ditangani oleh BPBD bekerjasama dengan PDAM Tirta Tamiang memasok air bersih ke rumah-rumah penduduk, namun kekeringan terus berlanjut.

Diakuinya, beberapa desa yang disebutkan tadi selalu menjadi langganan kekeringan setiap tahun saat musim kemarau tiba, selain jauh dari jangkauan sungai, di tiga desa itu payah mendapat air meski sudah banyak dibangun sumur bor.

“Solusinya adalah menunggu jaringan pipa dari PDAM Tirta Tamiang wilayah Pulo Tiga siap terpasang baru krisis air bersih setiap musim kemarau bisa diatasi,” pungkasnya.

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here