Anggota DPRK Aceh Besar Minta PSK Online Tetap Dihukum

0
292
Irawan Abdullah, Anggota DPRK Aceh Besar
Irawan Abdullah, Anggota DPRK Aceh Besar

AtjehUpdate.com,- Aceh Besar, Pengembalian PSK online kepada orang tuanya tanpa diberikan hukuman oleh pemerintahan, baik dari kepolisian maupun dari Wilayatul Hisbah telah membuat masyarakat ragu terhadap kinerja penegak hukum. Pelepasan tersebut dengan dalih tudak adanya saksi dan pelaku mesum dari pihak laki-laki, sehingga hal ini tidak dapat dijadikan hukuman bagi PSK online.

Anggota DPRK Aceh Besar, Irawan Abdullah pun angkat bicara. Menurutnya, PSK yang tertangkap tersebut harus diberikan hukuman, walaupun terkait tidak ditemukannya ketentuan hukum dalam hukum pidana KUHP, “sepatutnya untuk daerah Aceh kita harus merujuk kembali kepada Qanun No 6 tahun 2014 tentang hukum Jinayah Pasal 133 sebab mareka sudah mengaku di hadapan aparat hukum, hingga domainnya tidak lagi pada kepolisian tetapi diarahkan kepada polisi Wilayatul Hisbah (WH), jelas Irawan.

Menurut Wakil Ketua Komisi V DPRK Aceh Besar yang juga Alumni SPH Fasyar UIN Ar-Raniry itu, pemberian hukuman kepada pelaku mesum juga pernah terjadi pada masa Rasulullah, dimana seorang wanita ingin dirajam atas perbuatannya terkait zina. Dia sudah mengaku dihadapan Rasullah, akhirnya rasulullah memberikan hukuman kepadanya dengan cambukan.

Irawan Abdullah menambahkan, dalam sistem hukum Islam juga di kenal ta’zir yang perlu diterapkan oleh hakim bagi pelaku maksiat yang nilai hukumnya bisa ditetapkan oleh hakim itu sendiri bila tidak terdapat ketentuan yang jelas terhadap hukuman dalam nash yang saheh. Dan tentunya pemerintah dari legislatif dan eksekutif beserta para ahli dan dewan pakar perlu membuat sebuah Qanun terkait Pekerja Sek Komersial.

Jika pihak PSK sudah tertangkap dan mereka sudah mengaku telah berbuat mesum, maka aparat hukum wajib memberikan hukuman, bukan langsung dilepaskan karena itu menyangkut kewibawaan hukum dalam kehidupan masyarakat, tukasnya.

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here