Balai SYURA Aceh : Tanpa Perempuan KIP Tak Akan Maksimal

0
153
Khairani Arifin, ketua Presidium Balai Syura Ureung Inong Aceh
Khairani Arifin, ketua Presidium Balai Syura Ureung Inong Aceh

“Semoga Banda Aceh Tak Ikutan mengangkangi UU “

AtjehUpdate.com,Banda Aceh, Pengabaian Keterwakilan Perempuan dalam Komposisi KIP Aceh di Beberapa Kabupaten/ Kota Seperti Lhokseumawe, Aceh Utara dan terakhir Kota Langsa membuat Balai Syura Inong Aceh gerah dan akan terus menyuarakan semua pihak untuk tak lagi mengangkangi undang-undang.

Khairani Arifin, Ketua Presidium Balai syura Inong Aceh yang juga lembaga payung gerakan Aceh ini menyebut akan pentingnya keterwakilan Perempuan dalam Komposisi KIP sebagai penyelenggara Pemilihan demi terakomodirnya kebutuhan kaum hawa yang tentu lebih dipahami sesamanya.

“Jumlah Pemilih laki-laki dan perempuan itu hampir sama, tentu yang paling memahami kebutuhan perempuan adalah sesama perempuan maka itu perlu ada keterwakilan Perempuan, DPRK bukan tak paham akan hal ini hanya saja mereka menganggap seolah itu bukan sebuah keharusan, jadi ini sangat kita sayangkan” ujarnya kepada AtjehUpdate.com (9/6/2018).

Adapun Perekrutan KIP yang masih menunggu keputusan final oleh DPRK yaitu Kota Banda Aceh, dimana hanya ada satu nama masuk 15 besar oleh Tim Pansel yaitu Destika Gilang , yang jika ia tak diluluskan menjadi komisioner KIP maka sudah menambah daftar Kab/Kota yang lagi-lagi mengabaikan bahkan mengangkangi Amanat Undang-undang.

“Padahal Aceh itu punya Qanun yang mengatur akan keterwakilan perempuan ,  jika tetap tidak diperhatikan lalu untuk apa qanun itu dibuat, dan kita tidak akan diam akan pengabaian keterwakilan Perempuan ini karena sangat penting untuk diperjuangkan” tambah khairani.

Menurut Khairani pemilihan Komisioner KIP oleh DPRK memang sarat akan politik, sedangkan Perempuan dengan sikap yang lebih lemah lembut seringkali kalah dalam berpolitik karena lebih mengedepankan etika, itulah mengapa perlu dukungan semua pihak agar terpenuhinya kuota keterwakilan minimal 30 % .

“Saya harap publik lebih cerdas menyikapi hal ini dan mari bersama–sama memperjuangkan pentingnya partisipasi perempuan dalam lembaga yang membuat keputusan penting demi terpenuhinya kebutuhan perempuan itu sendiri, jadi perempuan harus memberi dukungan kepada sesamanya” imbuhnya.

Khairani juga menegaskan bahwa pihaknya bersama aktifis perempuan lainnya akan terus melakukan aksi dan segera membuat konferensi pers atas pengabaian keterwakilan perempuan ini. (Mai)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here