AtjehUpdate.com, LANGSA – Sepanjang tahun 2016
Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menyita asset Gembong Bandar Narkotika
dari kejahatan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), yakni sebesar 261 miliyar
lebih atau 261.863.413.345 (dua ratus enam puluh satu miliyar delapan ratus
enam puluh tiga juta empat ratus tiga belas ribu tiga ratus empat puluh lima rupiah).
Demikian antara lain
disampaikan Ketua BNN Kota Langsa, AKBP Navri Yuleni saat membacakan kata
sambutan Ketua BNN Pusat, Komjen. Pol. Budi Waseso pada puncak peringatan Hari
Anti Narkotika International di Gedung Cakra Donya Langsa, Kamis (13/7).
Dalam kegiatan yang
mengusung thema “Peran Aktif dan Pendayagunaan Seluruh Komponen &
Potensi Bangsa Menghadapi Keadaan Darurat Narkoba Menuju Indonesia Yang
Sehat” itu Navri Yuleni menambahkan, semua itu merupakan bagian dari
pengungkapan kasus Narkotika, “Sedikitnya 21 Kasus dan 30 tersangka telah
ditangkap,” katanya.
Ditambahkannya, masih
terkait dengan TPPU hasil kejahatan Narkotika. Pihak Kejaksaan Agung juga telah
menyerahkan aset hasil pencucian uang dari gembong Narkotika atas nama Pony
Tjandra kepada BNN berupa 3 (tiga) unit rumah, 3 (tiga) Bidang Tanah dan 3
(Tiga) unit kenderaan roda empat.
“Aset-aset tersebut
diharapkan dapat bermanfaat untuk menunjang dan mendukung kegiatan operasional
BNN,” paparnya.
Navri Yuleni juga
menyampaikan, priode Januari sampai Juni 2017. BNN telah berhasil menyita aset
gembong Narkotika yang merupakan hasil kejahatan TPPU kejahatan Narkotika yakni
sebesar 57.567.000.000 (lima puluh tujuh miliyar lima ratus enam puluh tujuh juta).
“Barang bukti yang
disita yaitu Narkotika jenis Sabu sebanyak 236.306,8 gram, ganja sebanyak
61.363.08 gram dan Pil Ekstasi sebanyak 108.590.25 butir,” terang Navri
Yuleni.[Jagad]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here