Ist
AtjehUpdate.com, LANGSA – Badan Narkotika
Nasional (BNN) luncurkan Grand Design Alternative Development tahun 2017-2026. Yakni
suatu terobosan tanggap darurat narkoba nasional. Program ini dilaksanakan oleh
BNN, Kementerian dan Lembaga Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota.
Misinya antara lain untuk
mengantikan tanaman ganja dengan tanaman komoditi unggulan daerah, dan mengalihkan
mantan petani ganja ke tanaman komoditi.
Hal itu disampaikan Kepala
BNN Kota Langsa, AKBP. Navri Yulenny, SH.MH, saat membacakan sambutan Kepala
BNN Pusat Komjen.Pol.Drs.Budi Waseso pada peringatan Hari Anti Narkotika
International, Kamis (13/7) di Aula pertemuan gedung Cakra Donya Langsa.
BNN juga akan merangkul dan
bekerjasama dengan Lembaga dan Kementrian itu untuk membina petani yang tadinya
menyambung hidup dengan cara menanam ganja, untuk menanam tanaman lain yang tidak
kalah menguntungkan.
“Dengan harapan
kedepan, bagaimana masyarakat khususnya para petani tidak lagi menanam ganja,
tetapi menanam tanaman yang lebih produktif nilainya secara ekonomis serta
dapat mensejahterakan mereka (red-Petani),” papar Navri.
Terkait rehabilitasi
dipaparkannya, BNN telah merehabilitasi 16.185 penyalahguna narkotika, baik di
balai rehabilitasi maupun di lembaga pemasyarakatan. Serta telah memberi
layanan pasca rehabilitasi kepada 9.817 mantan penyalahguna narkotika, kata
Navri.[Jagad]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here