Calon Ketua Umum PSSI Aceh Kunjungi Pemain PSAP Di Penjara

0
500

AtjehUpdate.com,- Banda Aceh, H.M. Zaini Yusuf, calon ketua umum PSSI Aceh hari ini mengunjungi para pemain PSAP Sigli yang ditahan di penjara Kajhu, Aceh Besar sebagai tahanan titipan jaksa, Kamis (8/2/18).

Beberapa pemain sepakbola ini harus mendekam dibalik jeruji besi setelah insiden pemukulan terhadap wasit pada pertandingan kompetisi pssi liga 3 Aceh yang berlangsung pada tahun 2017 lalu di stadion Lampineung, namun Zaini mengatakan bahwa kedatangannya tidak dalam kapasitas sebagai calon ketua umum pssi aceh.

“Saya datang kemari sebagai insan sepakbola, tujuan saya adalah mencari solusi untuk membuka jalan mediasi dan dialog untuk menyelesaikan masalah ini yang menurut saya perlu dilakukan apalagi para pemain ini adalah pemain usia muda yang masih memerlukan bimbingan dan arahan serta masih memiliki harapan dan masa depan dalam berkarir du dunia sepakbola ini yang harus difikirkan dan dibantu dengan ikhlas”, ujarnya.

Dijelaskannya, pelaporan masalah dalam satu pertandingan sepakbola  yang masih dapat di selesaikan dan tertampung dalam kode disiplin pssi semestinya tak perlu dilaporkan ke institusi hukum. Karena didalam kode etik disiplin mengatur semua hal terkait disiplin yg sangat luas bahkan hingga kerusuhan penonton.

Kelemahan organisasi pssi aceh waktu itu membuat pertandingan berlangsung buruk dan tak terkendali sehingga merugikan semua pihak, terangnya.

HM. Zaini sendiri sudah sejak bulan desember mencoba menjadi mediator menyelesaikan permasalahan ini, pada bulan januari lalu beliau juga sudah berkunjung ke Kejati untuk mempelajari dan menyelesaikan kasus ini.

“Merupakan hal buruk dalam sepakbola aceh ketika mengetahui ada 3 (tiga) orang pemain yang harus  menghadapi urusan pidana akibat memukul/aniaya wasit”.

Ini adalah kali kedua, setelah kasus di Solo (jateng). Nova Zaenal terlibat perkelahian dengan Bernard Mamadou di saat pertandingan. Ini kejadian lex specialis.

Statuta PSSI jelas menyebutkan, bahwa urusan di lapangan/sepakbola, adalah urusan internal PSSI dan tidak boleh dibawa ke peradilan umum.

Maka, kejadian seperti  ini, seharusnya diselesaikan di meja Komdis PSSI Aceh. Jika perlu, hukumlah seberat-beratnya yang terlibat pemukulan/penganiayaan terhadap perangkat pertandingan. Namun, jangan sampai membawa kasus ini ke pidana umum. Ini akan menjadi preseden buruk bagi sepakbola aceh dan Indonesia, ungkap Zaini.

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here