AtjehUpdate.com, LANGSA
Walikota Langsa, Usman Abdullah, dinilai telah merampas hak-hak para Pegawai
Negeri Sipil (PNS), di lingkungan Pemko Langsa, terkait ajakan gotong royong
saat hari libur kerja. Seharusnya pada hari libur, bisa dimanfaatkan oleh para
PNS Pemko Langsa untuk berkumpul bersama keluarga. Namun kesempatan tersebut
terabaikan akibat ajakan gotong royong yang digalakkan Walikota Langsa.
“Gotong Royong yang
melibatkan PNS dan SKPK bukan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) Pemerintah.
Karena PNS telah dibebankan tanggungjawab lain di pemerintahan yang menguras
waktu dan tenaga. Saat hari libur PNS baru punya waktu buat kumpul bersama
keluarga. Hak para PNS ini hendaknya jangan lagi dirampas oleh Walikota Langsa
untuk bergotong royong,” demikian diungkapkan Direktur Acheh Legal Consult
(ALC), Muslim A Gani SH, kepada atjehupdate.com, Minggu (23/4).
Dikatakan Muslim A Gani,
program Walikota Langsa Usman Abdullah yang ingin membuat Kota Langsa bersih,
indah, dan nyaman adalah program yang sangat positif. Namun dalam
mengimplementasikan program tersebut, Walikota Langsa tidak boleh juga
semena-mena memanfaatkan tenaga PNS diluar tugas pokok dan fungsinya. Apalagi,
ajakan gotong royong bagi PNS dinilai berbau intimidasi, yaitu dengan cara
memberlakukan absensi bagi PNS yang tidak menghadiri gotong royong dimaksud.
Meskipun tidak diketahui apakah ada hukuman atau tidak bagi PNS yang enggan
menghadiri gotong royong, namun hal itu merupakan bagian dari intimidasi yang
membuat psikologis para PNS ikut tertekan. Karena itu, Muslim A Gani meminta
Walikota Usman Abdullah untuk segera menghentikan gotong royong dengan
memanfaatkan tenaga PNS pada hari libur kerja.
Menurutnya, masih banyak
cara lain yang bisa ditempuh oleh Walikota Langsa untuk mewujudkan Kota Langsa
yang bersih, indah, dan nyaman. Diantaranya, dengan menggalakkan kembali
kegiatan gotong royong di setiap gampong yang dikoordinir oleh Geuchik
masing-masing Gampong. Dengan demikian, akan terbangun budaya kebersamaan di
Gampong serta  akan memperkuat persatuan
dan kesatuan masyarakat.
“Dengan cara ini akan
didapat manfaat ganda, yaitu seluruh Gampong dalam wilayah Kota Langsa bisa
bersih dan budaya kebersamaan serta persaudaraan antar warga juga terwujud,”
katanya.
Dikatakan Muslim A Gani, praktek
yang dilakukan Walikota Langsa Usman Abdullah selama ini, yang memanfaatkan
tenaga PNS untuk bergotong royong di hari libur kerja, dikhawatirkan akan
menimbulkan citra buruk bagi Walikota. Dalam hal ini Walikota Langsa dianggap
telah memanfaatkan kegiatan gotong royong untuk pencitraan dirinya dan para PNS
dijadikan sebagai “kuda tunggangan”. Padahal begitu banyak anggaran daerah yang
telah dialokasikan Pemko Langsa pada Dinas Pertamanan dan Kebersihan, guna
menunjang program kerja Walikota Langsa yang ingin menciptakan Kota langsa
Bersih, Indah, dan nyaman.
Tapi anehnya, mengapa
tenaga PNS masih digunakan untuk gotong royong di hari libur. “Saya kenal
Walikota Usman Abdullah, dan beliau adalah teman saya. Meski beliau teman, bukan
berarti saya harus diam menyaksikan kekeliruan ini. Saya juga punya kewajiban
moral mengkritisi setiap kebijakan teman saya yang sudah jadi Walikota Langsa
ini, jika yang bersangkutan melakukan kekeliruan. Ini semua demi kebaikan,
apalagi saya tahu kalau Walikota Langsa Usman Abdullah bukan tipe pria cengeng
yang elergi untuk di kritik,” demikian ujar Muslim A Gani.[ZAL]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here