AtjehUpdate.com, Aceh Tamiang
Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2017 yang dilaksanakan oleh
BNN Kabupaten Aceh Tamiang berlangsung meriah dan semarak, kegiatan tersebut
dilaksanakan di Lapangan Belakang Kantor Bupati, Kamis (13/07).
Peringatan kali ini didisi
dengan aneka kegiatan sosial yang diawali dengan pelaksanaan senam sehat dan diikuti
ratusan masyarakat dari unsur pelajar, pegawai negeri, pegawai swasta.
Dalam peringatan HANI 2017
ini dihadiri oleh Wakil Bupati Aceh Tamiang Iskandar Zulkarnain, Wakapolres
Kompol Wahyudi Sabhara SH,Sik, Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon dan unsur
Pimpinan DPRK, Ketua Pengadilan Negeri, Kejari, Pabung Aceh Tamiang Kodim 0104/Atim,
Pimpinan SKPK, Pimpinan Instansi Swasta, KNPI Aceh Tamiang, dan Ormas serta OKP
di Wilayah Aceh Tamiang.
Adapun acara puncak dilanjutkan
dengan kegiatan seremonial peringatan HANI dan membacakan laporan Kepala BNN RI
yang dibacakan oleh Kepala BNN Aceh Tamiang dan dilanjutkan dengan sambutan Presiden
RI yang dibacakan oleh Wakil Bupati, Iskandar Zulkarnain.
Kepala BNN Pusat, Komjen
Drs. Budi Waseso dalam amanatnya yang dibacakan Kepala BNN Aceh Tamiang AKBP
Rinaldi menyampaikan beberapa hal yakni kondisi darurat narkoba saat ini yang
membutuhkan dukungan dan kerjasama semua pihak untuk mempercepat penuntasan
narkoba. Disebutkan pula beberapa hal yang sudah dihasilkan dari peran serta
tersebut yaitu dengan materi P4GN yang dimasukan dalam kurikulum pelajaran
sekolah. Dimana sebagian wilayah telah mengimplementasikannya.
Selain itu, pelaksanaan
tes urine yang dilaksanakan instansi pemerintah dalam hal pencegahan bagi
aparatur sipil negara. Serta pembentukan para penggiat anti narkoba.
BNN saat ini tengah
melaksanakan program alternatif development dengan mengubah kawasan lahan ganja
menjadi lahan komoditi yang tidak kalah menguntungkan.
Diakhir sambutannya,
Kepala BNN mengajak semua pihak untuk meningkatkan kebersamaan dalam
menyelamatkan dan melindungi bangsa Indonesia dari ancaman kejahatan Narkotika.
Sementara itu, Presiden
Indonesia Joko Widodo dalam sambutan yang dibacakan Wakil Bupati Aceh Tamiang
menyampaikan, Indonesia sampai dengan saat ini masih dalam kondisi Darurat
Narkoba sehingga merupakan tanggung jawab semua pihak untuk saling melindungi
bukan hanya menjadi tugas dan tanggung jawab BNN.
Untuk menanggulangi
Indonesia Darurat Narkoba perlu dilakukan sejalan dengan  pemerataan ekonomi berkeadilan sehingga
kontribusi yang dilakukan BNN adalah sebagai berikut melakukan upaya pencegahan
agar biaya konsumsi narkoba dapat digunakan menjadi biaya konsumsi kebutuhan
hidup; Melakukan upaya
alternative development dengan menggantikan tanaman ganja dengan tanaman lain
yang bernilai ekonomis; Meningkatkan upaya pemberantasan,
pengawasan diperbatasan dan sosialisasi bahaya narkoba; dan melakukan
penyempurnaan regulasi.
Presiden juga menyampaikan
pentingnya pencegahan sebagai langkah efektif untuk membangun kesadaran untuk
tidak menyalahgunakan narkoba, dalam sambutannya,
Presiden juga menyampaikan enam hal yang harus dilakukan oleh pemerintah dan
unsur masyarakat dalam upaya P4GN.
Kegiatan ini diakhiri
dengan membagikan hadiah bagi pemegang kupon senam sehat. Terdapat 95 item
barang yang diberikan daripada hasil dukungan Instansi Swasta, pemerintah dan
donatur masyarakat.[Red]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here