AtjehUpdate.com, Aceh Tamiang
LSM Gadjah Puteh minta Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang melalui Dinas PUPR
tidak mempermainkan hajad hidup masyarakat miskin.
Hal itu dikatakan Direktur
Eksekutif nya, Sayed Zahirsyah pada atjehupdate.com, Kamis (10/8) disela
observasi lapangan yang dilakukannya di Dsn Titi Baru, Kampung Matang Tepah
Kec. Bendahara Kabupaten Aceh Tamiang.
Pihaknya merasa sedih
melihat nasib salah seorang janda miskin warga setempat yaitu Jamilah, yang
saat ini tinggal bersama keluarganya di bangunan berukuran 2 x 2 meter.
Jamilah merupakan salah
satu warga, oleh Dinas PUPR Aceh Tamiang dijanjikan akan mendapat bantuan
pembangunan rumah sehat sederhana Type 36.
Faktanya, di dinding rumah
milik janda miskin itu telah ditempel atau dipasang plang proyek sebagai
penerima manfaat pembangunan rumah sehat sederhana tercantum dengan nomor
kontrak: 600.640/1301.3/2017 tanggal kontrak 10Juli 2017. Nilai Kontrak Rp.
1.202.500.000 (Satu Miliyar Dua Ratus Dua Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) dengan jumlah
bangunan yang akan dibangun sebanyak 13 unit, Sumber Dana Otsus. Pelaksana CV
Setia Abadi dan CV. Aljabar sebagai pihak pengawas.

Gadjah Puteh berharap,
Pemkab Aceh Tamiang melalui Dinas PUPR untuk segera merealisasikan
pembangunannya, apalagi sebelumnya oleh orang yang mengaku dari CV Setia Abadi
mendatangi rumah Jamilah meminta yang betsangkutan untuk membongkar sendiri
rumahnya sebelum dilakukan pembangunannya, alasannya dikatakan karena tidak tersedia
dana pembongkaran.
“Sebagai masyarakat
awam dan dalam kondisi hidup serba kekurangan, khabar itu tentu sangat
membahagiakan,” tukas Sayed.
Setelah dua pekan rumah
dibongkar, tetapi tanda pelaksanaan pembangunannya tidak terbukti
dilapangan. 
“Inikan zalim
namanya, rumah orang sudah kadung dibongkar, dan dijanjikan akan dibangun,
tetapi tidak dilakukan pembangunannya,” kata Sayed geram.
Sementara itu, Datok
Kampung Matang Tepah, Suherman mengakui, beberapa waktu lalu dirinya didatangi
oleh seorang yang mengaku dari CV Setia Abadi.
“Orang itu mengaku
dari rekanan pelaksana pembangunan rumah sehat sederhana CV Setia Abadi, yang
bersangkutan meminta untuk ditunjukkan rumah warga yang akan dibangun, saya
bawalah ke lokasi rumah Jamilah,” kata Suherman.
Lanjutnya, setelah
menempelkan plang pengerjaan diberitahukan oleh yang bersangkutan pembangunan
rumah akan segera dilaksanakan dan pemilik rumah untuk membongkar sendiri
rumahnya alasannya tidak tersedia dana pembongkaran.
“Namun, hingga saat
ini rumah warga saya yang telah dibongkar oleh pemiliknya, tidak ada tanda
pelaksanaan pengerjaan pembagunannya,” ungkap Datok.
Dikatakannya, terhadap
kondisi itu dirinya selaku orang yang dituakan dalam kampung telah melaporkan
ke DPRK Aceh Tamiang. “Selanjutnya kondisi ini juga akan kami laporkan ke
pihak Camat,” ujarnya .
Selain itu Suherman
menegaskan juga, jika dalam beberapa hari ini tidak juga dilakukan pembangunannya
oleh pihak rekanan, dirinya bersama masyarakat Kampung Matang Tepah akan
membangun sendiri rumah janda Jamilah secara gotong royong. imbuh datok
Suherman.
Sementara itu Kabid Perumahan
Rakyat Dinas PUPR Kabupaten Aceh Tamiang yang juga Kuasa Pengguna Anggaran
(KPA) proyek bantuan rumah dhuafa, Subhan, ST saat dikonfirmasi atjehupdate.com,
melalui selularnya 08529760XXXX tidak mau menjawab dan tidak membalas sms awak
media.[Jagad]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here