AtjehUpdate.com,- Kutacane, Hasil seleksi Perekrutan Komisioner Independen Pemilihan (KIP) yang ditetapkan Komisi A pada 28 Agustus lalu ternyata ditolak dalam sidang paripurna yang dipimpin Ketua DPRK Aceh Tenggara, Selasa (04/12/2018).

Dalam sidang, dua fraksi yaitu Golkar dan Hanura memberikan suara bulat menerima, sementara fraksi sepakat perubahan, lima menolak dan hanya satu menerima, dan fraksi Demokrat ,tiga menerima, dua menolak dan satu orang abstain.

Keputusan berbeda juga terjadi pada pimpinan DPRK dimana Ketua DPRK dari Golkar menolak, wakil ketua I dari Hanura menerima dan Wakil ketua II dari PDI Perjuangan menerima.

Politikus partai Nasdem yaitu Ketua Fraksi Sepakat Perubahan, HM Sopian Desky mengatakan bahwa penolakan tersebut dikarenakan proses perekrutan dinilai tidak sesuai prosedur.

Sementara Ketua Komisi A DPRK Agara, Supian Sekedang mengatakan bahwa pihaknya telah menyerahkan nama-nama calon KIP kepada pimpinan DPRK namun molor hingga beberapa bulan hingga akhirnya Komisi A memutuskan untuk membawa berkas tersebut ke Kantor Biro Pemerintahan dan Hukum Setda Aceh, dimana keputusan tersebut dianggap sah hanya saja diminta berkoordinasi kembali dengan pimpinan DPRK.

“Keputusan penolakan dalam sidang paripurna sarat kepentingan menjelang pemilu 2019 sehingga kita akan siapkan lima atau delapan pengacara untuk menggugat ke PTUN Banda Aceh” ujarnya.(mai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here