MPU : Tidak Keberatan jika Kepalanya Dihilangkan

AtjehUpdate.com,- LANGSA, Ikon Kota Langsa yang berdiri megah diatas tugu sebagai pintu masuk kota Langsa di simpang commodore berupa seekor patung elang dengan sayap dikepak kini telah hilang paska diturunkan oleh Pemerintah Kota Langsa, Minggu (24/2/2019).

Seiring hilangnya sang elang yang seolah hendak terbang itu, maka tugu tersebut pun seolah kehilangan pesona yang selama ini disebut sebagai ciri khas Kota Langsa yang konon berasal dari singkatan Elang Satu (Langsa).

“Dulu setiap lewat simpang commodore banyak yang berhenti untuk mengambil foto dan rasanya bangga dan senang melihat patung Elang nya terlihat megah, kini berubah bagai tugu kelereng karena hanya terlihat bola diatasnya,” ucap kecewa Eza, salah satu pemuda Kota Langsa, Sabtu (2/3/2019).

Alasan dibalik penurunan sang Elang karena adanya protes dari beberapa pemuka agama yang tertuang dalam surat yang ditujukan kepada MPU Kota Langsa tertanggal 10 Oktober 2018 lalu, yaitu meminta MPU memfasilitasi agar patung elang yang dianggap tidak islami tersebut diganti.

Menanggapi hal tersebut MPU pun memberi pertimbangan dan saran kepada Walikota Langsa yang juga tertuang dalam surat tertanggal 19 Oktober 2018 lalu yang intinya bahwa menurut para ulama Syafi’iyah yang Mu’tabar bahwa patung yang dibuat dari makhluk bernyawa seperti elang jika kepalanya dihilangkan maka hukumnya halal atau dibolehkan.


Dr H Zulkarnain MA, Ketua MPU Kota Langsa kepada Atjeh Update membenarkan bahwa pihaknya hanya sebatas memberi pertimbangan dan saran kepada pemko Langsa serta tidak keberatan jika patung elang tersebut dipertahankan.

“Kalau kepala elangnya di hilangkan maka kita tidak keberatan karena itu telah sesuai dengan mazhab kita yaitu Imam Syafii, tapi jika ternyata Pemko Langsa memutuskan untuk menurunkan elangnya demi kemashlahatan itu memang wewenang Pemko” terang Tgk Zulkarnain, Sabtu (2/3/2019).

Sementara itu alasan pasti Walikota Langsa atas keputusannya menurunkan patung elang sebagai ikon Kota Langsa yang ditaksir seharga ratusan juta tersebut masih belum diketahui.

“Lagi ada pak Menteri, lain waktu kita konfirmasi” tulis Walikota Langsa Usman Abdullah di pesan singkat WhatsApp nya saat atjeh update meminta tanggapan terkait penurunan sang Elang.

Kini pro kontra diturunkan patung elang pun masih terjadi, ada yang menyayangkan mengingat anggaran biaya yang tidak sedikit lantas menjadi mubazir karena gagal digunakan sebagai Ikonik khas Kota Langsa, serta ada yang merasa itu langkah yang tepat, terutama dari kalangan dayah yang resah menganggap keberadaan patung tersebut karena dinilai tidak Islami. Yang jelas wajah Kota Langsa kini telah berubah. (maidelina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here