AtjehUpdate.com, LANGSA – Faktor ekonomi adalah hal yang paling
menonjol sebagai penyebab terjadinya perkara perceraian antara suami isteri di
Mahkamah Syar’iyah Kota Langsa.
Selain itu, faktor
selingkuh, cekcok rumah tangga, serta suami menjalani hukuman penjara, dan
faktor orang ketiga juga merupakan penyebab lainnya hingga  terjadi gugatan perceraian diantara pasangan
suami isteri.
Faktor yang terakhir
adalah, adanya keterlibatan atau campur tangan keluarga, baik dari pihak isteri
maupun pihak suami, sebab lain terjadinya gugatan perceraian. Demikian
diterangkan Panmud Jinayat Mahkamah Syar’iyah Kota Langsa, Rasyadi, SH, diruang
kerjanya kepada atjehupdate.com, Senin (3/4).
Dijelaskannya,  tahun 2016 lalu jumlah perkara perceraian
yang masuk ke Mahkamah Syar’iyah Kota Langsa sebanyak 316 perkara. 301 perkara
telah diputuskan. Sedangkan sisanya masih dalam proses peyelesaian tahapan
putusan perkara.
“Triwulan pertama
tahun 2017 perkara gugatan yang masuk ke Mahkamah Syar’iyah langsa, jumlahnya
masih terbilang sedikit sekali,” jelas Rasyadi.
Disinggung usia rata-rata
rata pasangan suami isteri yang mengajukan gugatan perceraian. “Rata-rata
usia mereka (pasangan suami isteri-red) 
berkisar antara 35-40 tahun,” katanya
Sementara itu, saat disinggung
jumlah perkara gugatan perceraian yang masuk ke Mahkamah Syar’iyah Kota Langsa
oleh pasangan suami isteri berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Rasyadi
mengatakan, dari data yang ada di Mahkamah Syar’iyah Kota Langsa jumlahnya
sangat minim, “Lebih kurang 26 Pasangan suami isteri berstatus PNS
menggugat cerai”, paparnya.[Jamil Gade/Red]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here