AtjehUpdate.com, Aceh Selatan – Sebanyak
130 peserta ikut sosialisasi peraturan perundang-undang tentang kerukunan umat
beragama dengan tema “kita tingkatkan teleronsi umat beragama dalam Kabupaten
Aceh Selatan” bertempat di Aula Dinas Pariwisata, Rabu (19/7).
Hadir dalam acara tersebut
Kepala Kesbangpol Aceh Selatan H.Akmal Hilma, SH. MM,  Staf ahli pemerintahan bidang hukum dan kesra
Drs H. T.Darisman, Kepala kementrian agama Kabupaten Aceh Selatan Khairuddin,
Ketua FKUB Kabupaten Aceh Selatan Said Zunaidi,SH, Anggota Forum Kerukunan Umat
Beragama (FKUB) Provinsi Aceh, serta para peserta Keuchik dan Imum Chik
Kabupaten Aceh Selatan.
Khairuddin S.Ag dalam
sambutannya mengatakan, masalah yang terjadi di masyarakat Aceh ini sebenarnya
bukan perbedaan agama karena penduduk/masyarakat Aceh ini 99,99,1 % adalah
beragama Islam namun yang terjadi adalah perbedaan prinsip dalam pelaksanaan
pengerjaannya.
“Oleh sebab itu perlu
adanya peningkatan dalam sosialisasi agar dapat menyentuh ke hati masyarakat
sehingga masyarakat dapat mengerti dan memahami pentingnya kerukunan didalam
masyarakat,” katanya.
Sementara itu, H.T.Sama
Indra Bupati Aceh Selatan dalam pidatonya yang dibacakan oleh Staf ahli
pemerintahan bidang hukum dan kesra Drs H.T Darisman mengatakan, kerukunan umat
beragama perlu dilakukan dan diterapkan di masyarakat sehingga terjadi
keharmonisan didalam kehidupan. Dalam negara ini ada perbedaan agama yang
menyebabkan keindahan didalam kedamaian.
“Maka bersikap
toleran adalah sebuah syarat yang wajib bagi kita semua agar tidak terjadi
perpecahan dalam kehidupan yang beragam,” ucapnya.
Tambahnya, Forum Kerukunan
Umat Beragama terwujud karena toleransi antar umat beragama dengan tidak
mendeskripsikan dalam perbedaan agama.
“Oleh sebab itu mari
kita jaga kerukunan ini agar tetap hidup berdampingan dalam keindahan di
kedamaian,” terang Darisman.
Senada dengan itu, Kepala
Kesbangpol Aceh Selatan H.Akmal Hilma, SH, MM menyapaikan, pembakalan materi
mengatakan Indonesia adalah salah satu negara yang menerapkan masyarakatnya
untuk hidup rukun, sebab kerukunan merupakan salah satu pilar penting dalam
memelihara persatuan rakyat dan bangsa Indonesia, tanpa terwujudnya kerukunan
diantara berbagai suku, Agama, Ras dan antar golongan bangsa Indonesia
khususnya Kabupaten Aceh Selatan akan mudah terancam oleh perpecahan dengan
segala akibatnya yang tidak diinginkan.
Lanjutnya, Kerukunan dapat
diartikan sebagai kondisi hidup dan kehidupan yang mencerminkan suasana damai, tertib,
tentram, sejahtera, hormat menghormati, harga menghargai, tenggang rasa, gotong
royong sesuai dengan ajaran agama dan kepribadian pancasila.
“Agama secara umum
merupakan suatu kepercayaan atau keyakinan yang dianut oleh masyarakat menjadi
norma dan nilai yang diyakini dan dipercaya, agama diakui sebagai seperangkat
aturan yang mengatur keberadaan manusia di dunia,” jelas Akmal Hilma.[FT]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here