AtjehUpdate.com,
Banda Aceh
– Setelah hampir setengah tahun kelas menulis Forum
Barsela Menulis (FBM) tidak aktif melakukan proses belajar-mengajar, FBM
kembali aktif dalam menggali bakat dan potensi para penulis dan jurnalis muda
Pantai Barat Selatan Aceh yang dilaksanakan, Rabu (26/7) di Anjungan PKA Aceh
Singkil, Taman Ratu Safiatuddin, Lampriet, Banda Aceh.
FBM merupakan gugusan
penulis dan jurnalis pemula serta profesional Pantai Barat Selatan ini yang
didirikan pada 25 maret 1991, di Barsela Kande (red: kediaman Senator DPD RI,
Rafli Kande), Batoh, Banda Aceh.
Walaupun bak seumur
jagung, FBM harus bangga karena tokoh penulis dan jurnalis profesional Pantai
Barat Selatan Aceh yang sangat populis di kalangan media dan masyarakatnya
dijadikan sebagai pembina dalam membimbing dan mengarahkan pegiat FBM untuk
terus giat dan aktif menulis sebagai awal untuk melahirkan penulis dan jurnalis
yang siap ditempatkan untuk menorehkan dawat cinta untuk keabadian.
Riri Isthafa Najmi sebagai
ketua Forum Barsela Menulis (FBM) menyampaikan, sangat antusias dan kagum
melihat semangat para sahabat FBM yang tetap serius dan masih konsisten dalam
belajar-mengajar menulis, baik dalam proses kelas menulis maupun komunikasi
aktif di grup WA FBM.

“Alhamdulillah,
semangat teman-teman sangat luar biasa. Apalagi setelah 6 bulan aktif kelas
menulis bersama beberapa para pengajar profesional, banyak dari sahabat FBM
yang telah memenangkan lomba, baik lomba blogger maupun lomba menulis
lainnya,” ujar Riri.
Riri juga menyampaikan
rasa bangga bisa belajar bersama dengan komunitas menulis lainnya. “Kelas
menulis hari ini pun dihadiri oleh 40-an penulis dan jurnalis beberapa undangan
khusus dari penulis profesional lainnya seperti Gam Inong Blogger (GIB), Forum
Lingkar Pena (FLP), awak media, dll,” kata Riri.
Yarmen Dinamika, selaku
pembina FBM juga menyampaikan rasa senang dan bangga saat mengajar kelas
menulis FBM.
“Kelas tadi sangat
menyenangkan. Saya paling senang pada keberagaman pesertanya. Pesertanya hadir
dari Singkil hingga Tamiang. Ka habeh ban sigom Aceh,” ungkap Yarmen yang
juga pimpinan redaksi Serambi Indonesia itu.
“Saya selalu optimis
bahwa berlatih menulis itu banyak manfaatnya. Baik bagi diri sendiri maupun
bagi publik selaku pembaca. Dengan menulis orang jadi tahu bahwa nalar kita
jalan, sebab apa yg kita tulis itu adalah hasil olah pikir kita. Semakin bagus
sebuah tulisan, itu cerminan nyata bahwa betapa berkualitasnya daya pikir orang
tersebut dan betapa piawainya ia bermain kata dan menggayakan kalimat,”
imbuh Yarmen.
Singkatnya kata Yarmen, “Menulis
itu adalah sebuah keterampilan berkelas. Karena begitu banyak orang yang pandai
omong, tapi tak mampu mentransformasikan buah pikirannya menjadi tulisan yang
bernas, bermanfaat, dan mengesankan,” katanya.

Yarmen menambahkan, “Nah,
untuk mencapai semua kualifikasi itu, maka berlatih menulis adalah kunci
utamanya. Bagi yang belum mahir menulis, maka berlatihlah terus. Dari penulis
pemula, yakinkah Anda akan dijuluki penulis produktif dan sangat mungkin jadi
penulis kawakan atau bahkan penulis top. Ayo buktikan bahwa Andalah penulis top
markotop itu,” tutup Yarmen.[Red]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here