Foto: Presiden Soekarno Saat Berkantor di Bireun (Pendapa saat ini)
AtjehUpdate.com, Langsa
–  Sebahagian kalangan
masyarakat di Aceh, merespon positif isu wacana yang akhir-akhir ini berkembang di medsos/facebook, yaitu Bireun layak dijadikan sebagai Ibukota Provinsi Aceh. Hal
ini menuai tanggapan yang beragam oleh para netizen, ada yang pro, ada pula yang
kontra. Namun demikian, isu atau wacana tersebut menjadi perbincangan hangat dikalangan para netizen.
Ditinjau dari letak
georafis dan posisinya, Kabupaten Bireun sangat strategis, karena wilayahnya
berada ditengah jantung Provinsi Aceh. Kabupaten berjuluk Kota Juang itu juga pernah
menjadi Ibukota Ke-III Negara Republik Indonesia, tepatnya pada tahun 1948, ketika
jatuhnya Jogjakarta. Hingga Presiden Soekarno mengambil langkah strategis untuk
Hijrah ke Bireun, yaitu pada 18 Juni 1948. Kala itu, selama seminggu Bireun
menjadi wilayahnya (Soekarno) kala mengendalikan RI saat dalam keadaan
darurat. 
Selain itu, Bireun juga dikenal
sebagai pusat Kemiliteran Aceh Divisi X, yang bernama Komandemen Sumatera
Langkat dan Tanah Karo, dibawah Pimpinan Kolonel Hussein Joesoef, dan
berkedudukan di Bireun (pendapa saat ini). 
Menanggapi isu tersebut, Sayed Zahirsyah Al Mahdaly, salah
seorang pengamat sosial politik di Aceh, kepada atjehupdate.com, mengatakan,
dirinya secara pribadi mendukung Kabupaten Bireun dijadikan Ibu Kota Provinsi
Aceh. 
Menurutnya, ditinjau dari letak
geografis wilayah, serta aspek historis, Kabupaten Bireun layak dan pantas
menjadi Ibukota Provinsi yang berjuluk Tanah Rencong ini. 
“Namun demikian, butuh kajian secara
cermat dan mendalam oleh para pakar, dan juga harus diseminarkan terlebih
dahulu, itupun jika wacana tersebut dapat diakomodir”, paparya. 
Ketika disinggung mengenai fungsi kota
Banda Aceh kelak, Sayed berpendapat, kota Banda Aceh nantinya dapat dijadikan sebagai Kota
Pendidikan atau Kota Pelajar.[Jamil Gade]  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here