AtjehUpdate.com, LANGSA
– Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Gadjah Puteh dan Forum Peduli Rakyat Miskin
(FPRM), mengutuk aksi pelaku pemerkosaan di Kabupaten Aceh Tamiang, juga
mengategorikan perbuatan pelaku sangat biadab dan tidak manusiawi.
Dua LSM besar di Provinsi
Aceh ini, meminta kepada penegak hukum untuk memberikan hukuman kepada pelaku
seberat-beratnya. Gadjah Puteh dan FPRM juga akan memantau  serta mengawal kasus ini hingga sampai ke
meja hijau (red-Pengadlan).
“Perbuatan pelaku
tergolong biadab dan beringas, pelaku pantas disebut binatang, karena
menjalankan aksinya didepan isterinya sendiri,” ujar Direktur Eksekutif
Gadjah Puteh Sayed Zahirsyah dengan nada geram pada atjehupdate.com.
Nasruddin, Ketua FPRM

Sementara itu, Nasruddin,
Ketua FPRM mengatakan, perbuatan pelaku telah menodai bumi Serambi Mekkah yang
berbalut Syariat. Juga telah mencoreng Kabupaten berjuluk Bumi Muda Sedia.
Dimana masyarakat nya hidup dengan sangat menjunjung tinggi nilai nilai
religius serta adat istiadat.
“Perbuatan biadab
pelaku telah mencoreng dan menodai citra daerah Aceh Tamiang, kami berharap
pelaku pantas diusir keluar dari tanah tamiang selesai jalani hukumannya”
Ujarnya.
Seperti diberitakan
atjehupdate.com, seorang sopir angkot jenis Jumbo BL 7322 UA, diringkus Unit
Reskrim Polsek Kejuruan Muda, setelah melakukan aksi pemerkosaan terhadap
penumpangnya didalam mobil angkot dikawasan Gampong Seumadam, Kecamatan
Kejuruan Muda, Aceh Tamiang, sekira pukul 16.30 Wib Kamis (20/4)
Pelaku berinisial Sya
alias Aril (24), warga Dusun Karya, Gampong Seumadam, Kecamatan Kejuruan Muda,
sedangkan korbannya gadis belia, Seroja (18) nama samaran, warga Kecamatan
Bendahara, Aceh Tamiang. Ironisnya, pelaku melampiaskan aksi bejatnya tersebut
di depan istrinya sendiri yaitu, Jun (45), yang saat ini berstatus DPO.
Saat ini tersangka pelaku
pemerkosaan telah ditahan di Mapolres Tamiang, guna proses hukum selanjutnya.[Jamil
Gade]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here