Tampak Warga sangat Terganggu saat Melintas dan rawan Lakalantas karena Pengerjaan Proyek diatas Badan Jalan
AtjehUpdate.com, LANGSA – Banyaknya proyek fisik yang sedang dilaksanakan dalam wilayah Pemko Langsa saat ini ternyata membawa berkah ekonomis bagi sebahagian
masyarakat nya.
Selain itu, proyek yang
pembiayaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Kota (APBK) Langsa,
Otsus, DAK dan APBA tersebut juga berdampak pada terciptanya lapangan kerja
temporer baru.
Namun demikian sangat
disesalkan, jika program konstruktif itu dinodai oleh sikap arogansi segelintir
oknum kontraktor pelaksana sejumlah proyek yang dipercayakan oleh pemko dan
masyarakat Langsa kepadanya itu, karena mereka justru mengabaikan hak-hak sosial masyarakat,
seperti mengaduk semen dan menumpuk material diatas badan jalan yang merupakan
sarana dan prasarana fasilitas milik umum.
Kondisi itu tak ayal
membuat sebahagian masyarakat menjadi terganggu dan mengeluh saat melintas,
juga rambu informasi yang tidak dipasang oleh para kontraktor pada lokasi dan jalur
dimaksud.

Demikian dikatakan
Direktur Eksekutif LSM Gadjah Puteh, Sayed Zahirsyah Almahdaly diruang kerjanya
pada atjehupdate.com, Sabtu (22/7).
“Janganlah demi
keuntungan pribadi lantas hak-hak publik dimarginalkan, ini sudah tidak benar
lagi,” kata Sayed.
Menurut Sayed, selama ini
masyarakat Kota Langsa sangat mendukung serta memberi apresiasi terhadap
sejumlah pembangunan peningkatan fasilitas sarana infrastruktur di Kota Langsa.
“Tidak pernah kita dengar
ada kelompok masyarakat yang melakukan demo atau menolak pembangunan di wilayahnya,
itu artinya warga mendukung program pembangunan pemerintah, maka jangan rampok hak-hak warga” ujarnya.
Dikatakannya, berbagai
cara mesti diupayakan dalam mencari titik penempatan material dan pengadukan semen,
tentu hal itu dapat disiasati oleh para kontraktor atau rekanan dalam
penempatan material dan alat kerja lainnya.
“Keluar sedikit
belanja tidak masalah, yang penting proyek berjalan, masyarakat pun tidak
terganggu aktifitas nya, kasian warga sangat terganggu aktifitasnya, belum lagi debu semen yang terhirup oleh masyarakat saat melintas”, paparnya.
Gadjah Puteh
mengkhawatirkan, dampak dari sikap buruk dan arogansi oknum kontraktor tersebut
akan berimbas terhadap citra Pemko dan Walikota Langsa dimata publik.
“Semestinya para
oknum kontraktor itu dapat menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh Pemko
Langsa dengan bekerja secara profesional, karena pada prinsipnya pembangunan
itu sendiri adalah salah satu upaya memberikan pelayan terbaik bagi masyarakat”
imbuhnya.[Jagad]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here