AtjehUpdate.com, LANGSA
– Gampong Sungai Pauh Tanjong, Kec. Langsa Barat, akan membentuk lembaga
Tanggap Darurat Kekerasan Perempuan dan Anak (Gaprat-KPA), yang berfungsi sebagai
lembaga perlindungan kekerasan perempuan dan anak yang acapkali terjadi
dikalangan masyarakat setempat.

Demikian disampaikan oleh Kepala
Dinas Perberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan
Keluarga Berencana (P3A Dalduk KB) Kota Langsa, Safrina Salim SKM MKes, dalam
Sosialisasi pembentukan lembaga Gaprat-KPA di Gampong setempat, Rabu (3/5).
Masih menurut Safrina,
tujuan dibentuknya lembaga tersebut, yakni untuk dapat menanggulangi secara
cepat bila terjadinya tindak kekerasan rumah tangga (KDRT), dan kekerasan
terhadap anak usia dini.
“Kita berharap dengan
dibentuknya Gaprat-KPA nantinya dapat menangani secara cepat berbagai tindak
kekerasan, khususnya di Gampong Sungai Pauh Tanjong, dan ini merupakan pilot
project,” ucap Safrina.

Sambungnya lagi, dalam
lembaga tersebut juga dilibatkan para warga setempat baik laki-laki maupun
perempuan, dan nantinya juga disediakan poling center atau tempat pengaduan
kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Dengan adanya polling
center bisa kita akamodir semua persoalan, dan yang lebih utama tidak semua
persoalan di Gampong harus berujung keranah hukum atau kepolisian, kalaulah
kita mau di Gampong juga bisa menyelesaikan persoalan,” ungkap Safrina.
Kendati demikian, sebelumnya
semua kader akan kita berikan pelatihan dasar sebagai penguatan kapasitas kader
itu sendiri.
Disamping itu juga akan
diterapkan prigram, seperti Kependudukan Keluaraga Berencana Pembangunan
Keluarga (KKBPK), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia, Forum
Informasi Konseling Remaja Mahasiswa (PIKRM).
Sementara itu, Keuchik
Gampong Sungai Pauh Tanjong, Saifuddin SE, menyatakan bahwa pembentukan lembaga
Gaprat-KPA merupakan terobosan yang baik demi menanggulangi persoalan kekerasan
khususnya di Gampong.
“Kita menyambut baik
adanya lembaga dimaksud, dan dari pihak Gampong juga telah memflotkan anggaran
untuk pelatihan kader melalui dana desa (DD),” tandas Saifuddin.[Ra]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here