AtjehUpdate.com,- Kualasimpang, Proyek pengerasan jalan Tahun Anggaran (TA) 2018 senilai Rp 2,6 miliar di Desa Kuala Puenaga, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang hingga tahun 2019 belum rampung dikerjakan.

Informasi diperoleh AtjehUpdate.com, meski sudah mati kontrak, namun proyek tersebut tetap dikerjakan, karena mendapat perpanjangan waktu/adendum hingga 50 hari ke depan dari Dinas PUPR Aceh Tamiang. Padahal, selama tahun 2018 tidak ada bencana alam besar maupun potensi konflik di Aceh Tamiang. Seyogianya proyek tersebut tidak memenuhi syarat diberi addendum.

Versi lain menyebut, proyek APBK itu molor akibat rekanan lambat mengerjakannya. Meski sudah mendapat surat perintah kerja (SPK) dari Dinas PUPR, namun selama hampir dua bulan proyek itu tidak dikerjakan.

Dari amatan di lapangan, belasan dump truk hilir mudik mengangkut material tanah ke lokasi proyek yang posisinya berada di seberang sungai Aceh Tamiang. Untuk mencapai lokasi, armada dump truk terpaksa diangkut oleh getek/transportasi penyeberangan sungai. Kapasitas getek hanya mampu mengangkut satu unitmobil truk dalam sekali jalan.

“Dalam sehari dari pukul 08.00 pagi hingga 10.00 malam sekitar 40 trip,” kata nahkoda getek, Senin (7/1) siang.

Menurutnya, material tanah timbun akan dibawa untuk proyek pengerasan jalan di Desa Kuala Peunaga. Dia memperkirakan, aktivitas pekerjaan proyek tersebut sudah berlangsung sejak dua bulan terakhir.

“Setiap hari mereka kerja. Mungkin sebulan lagi baru selesai, karena tidak ada jalan darat kalau untuk mobil,” ujarnya.

Salah seorang warga Desa Tanjung Binjai, Wahidin menuturkan, setiap hari permukiman penduduk yang berada di pinggir jalan selalu dihujani debu dari puluhan armada proyek yang melintas. Dia berharap proyek pengerasan jalan di Kuala Peunaga cepat selesai agar warga bisa menikmati jalan bagus.

“Ini yang dibangun jalan menuju Desa Kuala Peunaga. Panjangnya sekitar 3 kilometer, tidak sampai Desa Tanjung Binjai. Tapi kalau cepat selesai, kan masyarakat yangdiuntungkan, karena jalan disana rusak parah,” katanya.

Kabid Bina Marga pada Dinas PUPR Aceh Tamiang, Yofi, ST yang dikonfirmasi mengatakan, proyek pengerasan jalan di Kuala Peunaga dikasih kesempatan perpanjangan waktu hingga 50 hari kedepan sejak mati kontrak. “Ada kesempatan mereka menyelesaikan pekerjaan sekitar 50 hari itu. Iya ada addendum itu,” sebutnya.

Menurut Yofi, sisa pekerjaan proyek pengerasan jalan disana diperkirakan tinggal 1 kilo meter lagi. Proyek jalan di kawasan pesisir Aceh Tamiang ini menelan anggaran sekitar Rp 2,6 miliar lebih bersumber dari Dana Insentif Daerah (DID).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here