Ibu Kandung Korban Pelecehan Tuntut Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

0
452

AtjehUpdate.com,- Banda Aceh, Keluarga seorang anak perempuan berusia lima tahun diduga korban pelecehan seksual laki-laki berumur 72 tahun di Kabupaten Aceh Barat Daya menuntut keadilan berharap pelaku dihukum seberat – beratnya.

Yusnawati warga Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Selatan Provinsi Aceh, ibu kandung korban, Kamis (25/1) di Kantor PWI Aceh dalam keterangan pers kepada awak media menyampaikan, Ia menuntut pelaku dijerat pidana dengan undang undang perlindungan anak.

Pelaku dan korban merupakan tetangga. Rumah korban dengan pelaku hanya berjarak selang dua rumah.

Yusnawati menerangkan, korban merupakan anak bungsunya masih duduk kelas nol besar pada sebuah PAUD yang berada disekitar tempat tinggalnya.

Ia mengakui,  akibat kejadian tersebut korban hingga saat ini mengalami trauma dan paha kirinya masih merasakan sakit.

“Saat ini, pelaku sudah ditahan di Mapolres Aceh Barat Daya. Namun, berdasarkan BAP yang disampaikan kepada kami, pelaku dikenakan qanun jinayat yang hukumannya cambuk,” kata Yusnawati yang diiyakan anaknya Abdul Arif.

Yusnawati menegaskan dirinya bersama keluarga menolak pelaku dikenakan qanun jinayat. Seharusnya, pelaku juga dijerat dengan pidana umum serta undang-undang perlindungan anak.

“Itu hukuman setimpal bagi pelaku. Kalau dikenakan dengan qanun jinayat, setelah dicambuk, pelaku bebas, dan hukuman selesai. Sedangkan anak kami mengalami penderitaan seumur hidupnya. Masa depannya sudah hancur,” ketus dia.

Dugaan asusila itu terungkap pada 20 Januari 2018. Saat itu, korban keluar rumah tanpa memberi tahu kepada ibunya. Selang beberapa saat kemudian, sang ayah bertanya kemana korban.

Yusnawati mengira korban bersama ayahnya. Tapi, ternyata tidak ada hingga akhirnya pihak keluarga mencari korban ke rumah tetangga.

“Setelah dicari ke sana kemari, korban berada di rumah pelaku yang biasa dipanggil Yahwa. Saat itu, pintu rumah Yahwa terkunci dengan suara televisi yang keras,” ungkap dia.

Setelah dipanggil berulang kali, korban menyahut dari dalam rumah. Korban mengaku menonton televisi. Yusnawati lalu mengajak korban pulang.

Dalam perjalanan pulang, korban menceritakan perbuatan asusila pelaku. Dari dari pengakuan korban, perbuatan asusila tersebut dilakukan sud
ah dua kali. Pelaku meminta korban tidak menceritakan kepada siapa-siapa.

“Kami meminta penegak hukum menuntaskan kasus yang dialami anak kami. Kami juga meminta, pelaku juga dijerat dengan pidana umum dan undang-undang perlindungan anak, tidak hanya dikenakan hukuman qanun jinayat,” kata Yusnawati.(ant)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here