Idap Tumor Ganas Stadium 4, Sarwanto Harapkan Uluran Tangan Pemerintah

0
164

“Perjalanan pahit untuk dapat Pengobatan bagi Pasien BPJS Kelas 3”

AtjehUpdate.com,- Aceh Tamiang, Lebaran tinggal hitungan hari, disaat semua orang sedang mempersiapkan segala hal menjelang idul fitri, namun keluarga Mansur harus bergegas ke Banda Aceh demi mengobati Sarwanto (23) yang divonis terkena tumor ganas.

Kepada AtjehUpdate.com, Senin (11/06/2018), Mansur (53) yang sehari-hari bekerja sebagai petani di dusun Sidomukti desa Jamborambong kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang ini harus menelan pil pahit atas sakit yang diderita anaknya. Menurutnya anak laki-lakinya ini menderita sakit sejak Januari lalu.

“Pada awal bulan Januari terdapat benjolan kecil dihidung anak saya seperti polip, tapi dia tidak merasakan sakit sama sekali, setelah berjalan nya hari demi hari benjolan itu semakin besar dan hidung nya terasa sumbat jadi dia susah bernafas kemudian dia berobat disalah satu klinik di sumatra” ujarnya

Dijelaskan mansur, bahwa sebelumnya sarwanto bekerja di depot air minum daerah Medan, Sumatera Utara. Namun setelah ia sakit dan berobat ke klinik hingga menghabiskan dana jutaan, benjolan tersebut malah semakin membesar, hingga akhirnya ia pulang ke kampung halaman dan berobat dengan menggunakan BPJS kelas 3.

“Lama kelamaan benjolan semakin merayap di hidungnya, diawal bulan April dia dibawa ke RSU Langsa untuk diberi pengobatan tapi dokter bilang dia terkena kanker ganas dan harus dirujuk ke medan karena di Langsa tidak sanggup” imbuh Mansur.

Derita keluarga pasien tak cukup sampai disitu, kembali Mansur menjelaskan bahwa setelah dirujuk di RS USU Medan, namun ditolak dengan dalih ruangan BPJS telah penuh.

Tak putus asa, mereka pun membawa sarwanto kr RS Adam Malik, Medan, bahkan sempat masuk IGD selama 4 jam namun lagi-lagi mereka ditolak dengan dalih surat rujukan yang salah.

“Dan kami sekeluarga pulang,
seiring berjalannya waktu hidung Sarwanto semakin tumbuh besar dan sakit yang dirasakan nya sangat dahsyat dia sering mengeluarkan darah dari hidung, lalu kami bawa lagi ks RS Tamiang” paparnya.

Diawal bulan Mei, Sarwanto yang dirujuk ke RS Tamiang kemudian dirujuk lagi ke RS Zainoel Abidin Banda Aceh, Disanalan dokter mengatakan bahwa ia terkena tumor ganas stadium 4.

Namun sayangnya lagi-lagi terkendala prosedur bpjs yang ia miliki adalah kelas 3 membuat penanganan menjadi lambat.

“Hampir sebulan kami di RS Banda Aceh baru Sarwanto dikasih tindakan yaitu harus dikemoterapi. Akhirnya kemoterapi pertama berjalan lancar, dan kemo harus dijalani setiap sebulan sekali selama 6 bulan, sekarang kami bawa lagi Sarwanto ke RSU di Banda Aceh untuk menjalani kemotrapi ke 2,” terang Mansur.

Saat ini, keluarga telah berangkat ke Banda Aceh untuk menjalani kemoterapi kedua, bagi ayah yang hanya memiliki dua anak ini, kendala ekonomi sangat ia rasakan, mengingat anak sulungnya butuh pengobatan ekstra namun ia tak mampu menempuh jalur umum. Hingga harus pasrah menahan sedih setiap kali anaknya mengeluh kesakitan parah.

Suriati (47) ibunda Sarwanto dengan linangan air mata mengatakan bahwa jika saja mereka punya uang, tentu lebih memilih jalur umum agar anaknya segera tertangani.

“Kalau BPJS terlalu rumit prosesnya padahal penyakit anak saya udah parah, kami sangat berharap bantuan pemerintah agar anak saya bisa tertangani maksimal, tidak lama menunggu begini” harapnya.

Pasangan suami istri ini memang harus merogoh kocek yang tak sedikit untuk ongkos pulang pergi dari Aceh Tamiang ke Banda Aceh, belum lagi biaya hidup dan penginapan yang mereka tanggung sendiri oleh karena mereka tak langsung bisa masuk ke RSU Zainal Abidin.

“Semoga saja ada yang bisa membantu anak kami agar dipercepat penanganan di RS dan dia bisa segera pulih dan merasakan lebaran seperti tahun sebelumnya” pinta Suriati. (Hairullah)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here