AtjehUpdate.com,- Langsa, Untung tak dapat di raih, malang tak dapat di tolak begitulah kisah yang dialami wahyu zikri (15) yang harus menelan pil pahit kehidupan imbas dirinya terjatuh dari pohon kelapa setinggi 7 meter (10/10/2018)

Anak dari M. Husin (63) , warga Paya Bujuk Selemak Kota Langsa yang sehari-hari bekerja sebagai tukang babat rumput ini awalnya hendak memanjat kelapa namun musibahpun menimpa tanpa ia sangka.

“Awalnya dia hendak memanjat pohon kelapa, gak taunya malah jatuh dan kata dokter sebagian badannya seperti lumpuh” cerita sang kakak, Sari (30) kepada AtjehUpdate.com.

Setelah dibawa ke RSUD Langsa, Wahyu dinyatakan mati rasa di bagian pinggang, menurut dokter Orthopedic yang merawatnya, ia disebut mengalami patah tulang belakang sehingga terkena saraf yang membuat kakinya mati rasa.

“Hanya 11 hari di Langsa, terus bawa pulang ke rumah tapi malamnya ke rumah sakit lagi karena dia ngak bisa kencing lalu dirujuk ke Banda Aceh di RSU Zainal Abidin sampai sekarang” imbuh Sari.

Pemuda yang duduk dibangku kelas 1 STM Negeri Langsa inipun dinyatakan dokter bahwa ia tak lagi bisa berjalan, bahkan dokter akan membuat anus buatan dari perutnya.

“Kalaupun di operasi tulang belakangnya kata dokter itu cuma untuk dia bisa duduk aja” kembali sari menjelaskan dengan mata yang basah meratapi nasib yang adiknya harus terima.

Wahyu adalah anak keenam dari tujuh bersaudara, ibu kandungnya telah meninggal dunia sejak tahun 2010, pekerjaan Ayahnya yang hanya tukang babat rumput tidaklah cukup untuk membuat ia berobat tanpa bantuan BPJS seperti dirujuk hingga ke luar negeri tentu bagi mereka mustahil terjadi, bahkan meski telah dibantu BPJS pun, orang tua wahyu masih terkendala dana selama masa perawatan.

“Kami betul-betul kesulitan dana untuk biaya hidup di Banda Aceh, ada kemarin minta bantuan dapat Rp 500 ribu tapi itu ngak cukup, kami betul betul butuh bantuan, ngak tau mau gimana lagi, belum lagi nanti untuk therapy setelah pulang rumah sakit” pungkas Sari yang menuturkan bahwa sekeluarganya sangat terkendala dana untuk perawatan anak mereka dan biaya hidup untuk menjaganya di Banda aceh.

Bagi yang terketuk hati untuk membantu Wahyu bisa menghubungi Sari dengan No Hp 085275030933.

Malang memang tak bisa ditolak, tak juga mengenal miskin atau kaya, tapi sesama manusia saling tolong menolong tentu harusnya. Kini Pemuda dengan latar belakang keluarga miskin ini sangat butuh uluran bantuan. (sherly maidelina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here