AtjehUpdate.com, LANGSA
Selama ini kita sering menuding dan mencurigai cina putih tidak menghormati
 dan menghargai umat islam warga Kota Langsa dalam menjalani ibadah puasa
pada bulan suci ramadhan, karena berjualan makanan pada siang hari.
Tetapi nyatanya, mereka (red-cina)
putih sangat menghargai dan menghormati umat islam menjalani ibadah puasa,
seperti tidak merokok dan makan minum didepan umum, serta tidak berjualan
makanan pada siang hari.
Sebaliknya, yang membuat kita
prihatin adalah warga “Cina Hitam” yang tidak menghormati dan
menghargai bulan yang penuh berkah, rahmat serta ampunan ini. Dimana ternyata
mereka malah berjualan nasi pada siang hari.
“Cina Hitam ini, didepan kita
mengatakan dirinya berpuasa, tetapi dibelakang kita tidak berpuasa, ironisnya
berjualan nasi pula pada siang hari, inilah yang disebut manusia munafiq, 
Demikian antara lain dikatakan Kadis
Syariat Islam Kota Langsa, Drs.Ibrahim Latif, saat menyampaikan khutbah Jum’at
(16/6) di Mesjid Darul Mu’min, Gampong Geudubang Jawa, Kecamatan Langsa Baro.
“Baru-baru ini ada sebuah rumah
yang kita dapati jualan nasi pada siang hari, pelakunya adalah Cina
Hitam,” tutur Ibrahim.
Lanjutnya,  pada malam hari
disaat umat sedang menjalankan ibadah shalat taraweh “Cina Hitam”
bakar mercon, hidupkan Game Zone, buka lapak judi, minum tuwak.
“Alhamdulilah, semalam, Kamis
(15/6) malam, pihak berwenang menertibkan dan mengangkut sarana permainan game
zone itu,” paparnya.
Diakhir khutbahnya, Ibrahim Latief
mengingatkan dan mengajak jamaah shalat Jum’at untuk menganggap seolah ramadhan
yang dilaksanakan sekarang ini adalah merupakan ramadhan yang terakhir
dijalani. Karena belum tentu kita akan bertemu dengan ramadhan tahun mendatang.
“Jadikanlah seolah ramadhan
tahun ini merupakan ramadhan yang terakhir kita jalani, demikian pula dengan
shalat merupakan shalat terakhir kita jalani, tujuannya agar ibadah yang kita
lakukan itu lebih khusyu’ kepada Allah SWT,” kata Ibrahim Latief.[Jamil
Gade]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here