AtjehUpdate.com, Banda Aceh – Berdasarkan
berita yang beredar dikabarkan bahwa presiden Jokowi meminta agar pelaksanaan
hukuman cambuk di Aceh dilaksanakan secara tertutup. permintaan ini disampaikan
ketika pertemuan beliau dengan rombongan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Nova
Iriansyah di istana negara.
Permintaan presiden Jokowi
ini karena beliau ingin menghapus ketakutan bagi para investor yang ingin
berinvestasi di Aceh. Selama ini pertumbuhan ekonomi Aceh berada dibawah
rata-rata Nasional sehingga perlu digenjot lagi.
Sebab itu, wakil Gubernur
Aceh Nova Iriansyah menyebutkan bahwa Pemerintah Provinsi Aceh berencana
mengubah tatacara eksekusi hukuman cambuk agar tidak dilakukan di depan
khalayak ramai. Hal ini dilakukan agar tidak terbentuk persepsi negatif yang
mempengaruhi minat investasi di Bumi Serambi Mekah.
Menanggapi beredarnya
kabar ini, Ketua Umum PW KAMMI Aceh, Tuanku Muhammad mengatakan bahwa KAMMI
Aceh menolak secara tegas rencana pelaksanaan hukuman cambuk secara tertutup.
Hal ini dikarenakan jika dilakukan secara tertutup maka efek jera dan
pembelajaran bagi masyarakat lain tidak akan kita dapatkan.  Belum lagi proses pelaksanaannya yang
dikhawatirkan akan ada ketidakpercayaan publik bahwa hukuman itu sudah
dijalankan sebagaimana mestinya.
Untuk itu Tuanku
mengatakan, “Hukuman cambuk harus dilakukan secara terbuka di muka umum
dan jangan dilaksanakan secara tertutup,” tegas Tuanku.
Berkaitan dengan
kekhawatiran akan berakibat kurangnya Investasi ke Aceh, menurut Tuanku itu
adalah kekhawatiran yang terlalu mengada-ada. Jika memang karena hukuman cambuk
dapat menimbulkan kekhawatiran investasi maka tentu di Negara Arab Saudi yang
menerapkan cambuk secara terbuka dan hukuman yang lebih berat seperti qishas,
rajam dan potong tangan pastinya juga tidak akan ada para investor yang mau
berinvestasi. Tapi buktinya hal itu tidak terjadi. 
Malahan, senator kerajaan
Malaysia mewakili Negeri Kelantan, Dato Dr Johari Bin Mat ketika berkunjung ke
Aceh dulunya pada tanggal (20/03/2017) mengaku sangat kagum dengan hukuman
cambuk yang diterapkan di Aceh.
Ia berharap pelaksaan
syariat Islam di Aceh bisa terus berlanjut dan diberikan keamanan dan
ketertiban.
“Seluruh umat Islam
di dunia ini agar tunduk dan patuh terhadap hukum syariat Islam,” ucapnya.
Sebagaimana yang telah
dilaksanakan oleh Pemerintah Aceh. “Karena memang ini adalah kewajiban dan
ibadah kepada Allah SWT,” tukasnya.
Menurutnya lagi, hukum
cambuk yang terbuka di Aceh sebagaimana yang telah ia saksikan bukan untuk
menyakiti terhukum. Akan tetapi, ia menilai hukum cambuk ini agar pelaku insaf
dan bertaubat atas kesalahan yang telah diperbuat. Serta memberikan didikan
bagi masyarakat lain agar tidak melakukan perbuatan tercela.
KAMMI Aceh mengharapkan
agar pemerintah Aceh bisa mengkaji ulang rencana pelaksanaan cambuk secara
tertutup dan membatalkan rencana ini. Pemerintah Aceh harus bisa meyakinkan banyak
pihak bahwa hukuman cambuk di Aceh tidak akan mengganggu proses investasi yang
akan berjalan nantinya.
“Bagi tanyoe rakyat
Aceh leubeh get gadoh peng siribe daripada gadoh agama hana meupat donya susah
trouk akhirat.” tutup Tuanku.[Najmi]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here