AtjehUpdate.com,- LANGSA, Kepolisian tidak main-main mengungkap dan menghukum pelaku yang terlibat penyalahgunaan Narkoba, bahkan terkait dua oknum Kepolisian Resort Langsa yang bekerja di BNN namun terlibat Narkoba maka akan di sidang kode etik serta dipastikan ancaman maksimal pemecatan yang akan mereka terima. Hal ini disampaikan Kapolres Langsa AKBP Andy Hermawan SIK, M.Sc di aula Mapolres Langsa saat press release digelar, Senin (31/12/2018).

Adapun kedua oknum yang terlibat Narkoba tersebut berinisial Brigadir AR dan Bripka YU dimana keterlibatan mereka terungkap dari hasil pengembangan kasus melibatkan dua tersangka penyalahgunaan Narkoba yang telah ditangkap pada 19 desember 2017 dimana kedua pelaku mengaku menerima barang haram tersebut dari dua oknum BNN , dan baru pada kamis 19 april 2018 , penyidik polres Langsa menaikkan status Brigadir AR dan Bripka YU menjadi tersangka kasus penyalahgunaan Narkotika jenis sabu.

Menanggapi kedua personil polisi dibawah kepemimpinannya ini, Kapolres Langsa AKBP Andy Hermawan mengakui bahwa pihkanya akan memproses maksimal.

“Untuk peradilan umum sudah incracht dan akan kita sidang di komisi kode etik serta dipastikan ancaman maksimal pemecatan dikarenakan Kepolisian memang secara tegas dan focus memerangi penyalahgunaan Narkoba” tegas Kapolres pada press release.

Adapun mengenai kasus narkotika di tahun 2018  pada press release KApolres mengungkap terjadi  penurunan sebanyak 31% , namun jumlah barang bukti mengalami peningkatan dari  tahun sebelumnya. Jika pada tahun 2017 jumlah  kasus sebanyak 197 dengan  276 tersangka dan  BB  sabu 416,79 Gr , ganja 55,355 Gr . Di tahun 2018 jumlah  kasus 135 dengan  203 tersangka , namun  BB lebih banyak yaitu  sabu 7.012,44 Gr dan ganja 99,275 Gr. (mai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here