Karena Rekan Mereka Dipecat, Ratusan Satpam Pertamina Arun Gas Unjuk Rasa

0
40
Sejumlah security melakukan u njuk rasa
Sejumlah security melakukan u njuk rasa

AtjehUpdate.com,- Lhokseumawe, Karena merasa dikhianati oleh pihak manajemen Pertamina Arun Gas, ratusan satpam lakukan unjuk rasa.

Mereka menuntut perusahaan gas alam tersebut membatalkan pemecatan terhadap tiga rekan mereka yang dinilai tidak bersalah.

Para satpam yang mengamankan proyek Vital ini menggelar aksi unjuk rasa di depan pintu dua gerbang masuk kilang gas arun itu, Rabu (03/01/2018).

Unjuk rasa ini sudah dua hari mereka lakukan di areal perparkiran, demi memperjuangkan tiga rekan kerjanya yang kini sudah tidak tercatat dalam daftar tenaga pengamanan disana.

Ketua forum solidaritas aksi, Sarifuddin mengatakan pihak manajemen security PAG mengkhianati mereka yang sebelumnya pernah menyatakan pada akhir tahun tidak ada pemecatan.

Namun tiga rekan mereka yang merupakan ketua serikat perkerja karena memperjuangkan hak satpam di perusahaan gas ini malah terlebih dahulu di pecat tanpa alasan yang jelas,” ujar Sarifuddin.

Kepada wartawan Sarifuddin menjelaskan, bahwa para satpam ini bernaung di bawah perusahaan pertamina training and consulting (PTC).

Baca Juga  Berubah Fungsi, Hutan Lindung Mangrove Terancam Punah

Manager security Pertamina Arun gas, Afifuddin mengatakan, pihaknya tidak punya wewenang untuk memecat para satpam ini, namun sebutnya ketiga mereka dikembalikan ke pihak PTC yang memiliki kewenangan terhadap satpam.

Selama ini ketiga mereka dinilai tidak dapat bekerja sama, meski demikian seharusnya ada kebijakan dari pihak PTC untuk menempatkan mereka di tempat lain, sambung Sarifuddin.

Selama memasuki tahun baru 2018 pihak manajemen telah memberhentikan 11 orang anggota satuan pengamanan, disebabkan faktor usia dan ada yang menggunakan narkoba.

“Jika alasannya jelas bagi kami tidak menjadi persoalan, akan tetapi pemecatan rekan kami yang tiga orang ini merupakan bentuk pengkhianatan,” terabg Sarifuddin.

Akibatnya, para satpam melakukan unjuk rasa, pihak manager security terpaksa meminta bantuan aparat brimob dari kompi empat Jeulikat Lhokseumawe untuk membantu pengamanan proyek vital ini.

Para satpam akan terus menuntut hingga ketiga rekannya di terima kembali di perusahaan ini.

Para satpam yang turut berdemo mengaku mereka telah bekerja selama empat tahun dan ada yang telah bekerja lebih sepuluh tahun.

Baca Juga  Karyawan PTPN-I Semakin Kompak dan Solid

“Oleh karenanya, pemecatan tiga orang temannya mereka itu pihak perusahaan harus bertanggung jawab,” tegas ketua Forum.

Perusahaan ini telah bertindak semena – mena terhadap karyawan dan hal tersebut menunjukkan sesuatu keputusan di perusahaan ini berjalan diluar rambu – rambu hukum atau sesuai undang – undang perburuhan yang berlaku.

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here