Mendikbud, Muhadjir
AtjehUpdate.com, JAKARTA – Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Muhadjir Effendy membantah program sekolah seharian penuh (full day
school) dibatalkan oleh Presiden Joko “Jokowi” Widodo. Justru akan diperkuat
dengan peraturan menteri menjadi peraturan presiden.
“Arahan Presiden,
peraturan terkait PPK (Penguatan Pendidikan Karakter) akan ditata ulang.
Permendikbud akan diperkuat dengan menjadi Perpres. Kemudian, Kemendikbud akan
menjadi leading sector dalam penyusunannya,” ujar Muhadjir dalam keterangan
tertulis yang diterima Rabu, 21 Juni.
Mantan Rektor Universitas
Muhammadiyah itu mengatakan, Permendikbud nomor 23 tahun 2017 tentang Hari
Sekolah tetap berlaku sambil menunggu terbitnya perpres mengenai penguatan
pendidikan karakter. Penerbitan perpres tentang PPK akan melibatkan lintas
kementerian dan lembaga terkait serta ormas-ormas Islam seperti Majelis Ulama
Indonesia, Nahdlatul Ulama (Muhammadiyah). Isi perpres bisa jadi akan berbeda
dari Permendikbud yang ada saat ini. Kemendikbud akan melihat perkembangan
dalam pembahasan.
Muhadjir berharap
penerbitan perpres nanti dapat mengatur mekanisme PPK secara lebih komprehensif
dan dapat menghadirkan harmoni di masyarakat. Sejak awal, dia menegaskan bahwa
program full day school (FDS) sudah disepakati saat di dalam rapat terbatas
bersama dengan Presiden dan Wapres yang dilakukan pada 3 Februari 2016.
Muhadjir merasa perlu
mengklarifikasi hal tersebut agar tidak muncul persepsi bahwa dia jalan sendiri
dalam merealisasikan kebijakan itu.
“Jadi, saya ikuti apa yang
diputuskan oleh ratas ketika itu,” kata Muhadjir saat ditemui di Istana
Kepresidenan pada Senin kemarin.
Aturan
baru

Staf Ahli Mendikbud bidang
Regulasi Chatarina Mulia Girsang mengatakan Permendikbud tentang hari sekolah
masih berlaku sampai dicabut dengan peraturan baru. Terkait pembahasan
penyusunan petunjuk teknis (juknis) dan petunjuk pelaksanaan (juklak) yang
sedang berjalan akan dilakukan sinkronisasi dan harmonisasi dengan peraturan
yang sedang disusun.
“Tentu, kami akan
melibatkan kementerian dan lembaga terkait dalam setiap penyusunan rancangannya.
Uji publik juga akan kami lakukan dengan melibatkan elemen-elemen
masyarakat,” kata Chatarina.
PPK kata dia, merupakan
amanat Nawa Cita yang bertujuan menyiapkan generasi emas 2045. Lima nilai
karakter utama yang menjadi target penguatan adalah religius, nasionalis,
mandiri, gotong royong dan integritas. Setidaknya terdapat 8.000 sekolah yang
telah mendapat pelatihan penerapan praktik PPK dari Kemendikbud sejak tahun
2016.
Pernyataan serupa juga
disampaikan oleh Wakil Presiden Jusuf “JK” Kalla yang menepis pemberitaan soal
dibatalkannya program full day school. JK menyebut program tersebut akan dikaji
lebih dulu agar lebih baik.
Jika sudah ada persiapan
yang matang, maka program tersebut bisa dijalankan. Tetapi, jika ada yang belum
siap, maka akan dikaji.
Secara umum, JK mengakui
konsep program full day school sudah baik. Tetapi, ada beberapa hal yang
menyesuaikan dengan kondisi saat ini.[Red]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here