AtjehUpdate.com, – LANGSA, Kejadian viral terkait Kepala Bappeda Kota Langsa yang disiram air parit bersama pasangannya karena diduga berbuat mesum oleh warga dusun buket Gampong Paya Bujuk Selemak, Langsa Baroe, Kota Langsa, Sabtu (28/07/2018) terkuak beberapa fakta yang kini telah semakin jelas terungkap, adapun fakta-faktanya yaitu :

  1. Pernikahan Sirri Kepala Bappeda Langsa Sah

Sebelumnya diketahui bahwa Kepala Bappeda TSF (52) dan seorang perempuan muda DK (30) ditangkap dan dimandikan air comberan oleh warga karena dianggap berbuat mesum di rumah M, saudari sepupu DK. Meski telah dijelaskan bahwa mereka adalah pasangan sah yang menikah secara sirri dengan menunjukkan bukti surat nikah sirri, namun warga tidak percaya dengan dalih buku tersebut tidak bestempel basah dan hanya foto copyan saja.

Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa , Ibrahim Latif telah melakukan pemeriksaan terhadap keabsahan nikah sirri tersebut,  dan hasilnya bahwa  pernikahan sirri mereka sah karena bertindak sebagai wali hakim yaitu abang kandung perempuan.

Wahyu, abang kandung DK mengaku bahwa pernikahan itu dilakukan di Binjai, Sumatera Utara pada 1 maret 2018. Selain Wahyu, Siti yang juga menyaksikan keabsahan pernikahan sirri tersebut menjelaskan bahwa surat nikah yang dikeluarkan memang tidak menggunakan stempel basah, melainkan foto kopian dengan ditempel materai asli.

“Buku Nikah yang diterbitkan disana memang begitu, udah di copy banyak jadi yang nikah tinggal tempel materai dan tulis tangan, mungkin berbeda lagi jika ditempat lain” ujarnya.

  1. Bukan ditangkap di Gudang, melainkan dirumah

Fakta berikutnya bahwa telah terjadi kesalahan penyebutan lokasi penangkapan TSF dan DK , tersebar bahwa mereka berduaan disebuah gudang, padahal yang dimaksud gudang tersebut adalah rumah tinggal sepupu DK berinisial M , dimana rumah tersebut milik perusahaan tempat M bekerja.

Ketua Pemuda setempat mengakui bahwa rumah tempat ditangkapnya TSF dan DK milik perusahaan Adelis yang ditempati oleh ia selaku karyawan adelis dan M, sepupu DK

“ Jadi rumah itu disekat dua dan didepan ditempati M dan dibelakang saya dan keluarga” ujarnya, Sabtu (28/07/2018)

Bahkan M menyebut bahwa ia hanya keluar sebentar untuk membeli minuman dan  tak menyangka adik sepupunya malah digerebek karena diduga mesum.

  1. Tidak ada hukum adat yang membolehkan memandikan pelanggar adat dengan air parit.

Sayed Zahirsyah Al mahdaly, direktur Gadjah Puteh mengatakan bahwa harusnya jika ada pihak yang melanggar adat maka telah ada hukum yang mengaturnya yaitu Qanun Aceh Nomor 9 tahun 2008 tentang Pembinaan kehidupan Adat.

Dalam Qanun tersebut, diterangkan bahwa tidak dibolehkan memandikan pelaku atau pelanggar adat dengan air comberan. Selain itu, masyarakat juga tidak boleh mengambil alih peran aparat penegak hukum.

“Tidak dibenarkan melakukan tindakan massal semena-mena yang melanggar hukum, maka tindakan warga gampong tersebut tidak dapat dibenarkan” Ujarnya, Senin (30/07/2018)

  1. Tangan Kepala Bappeda terluka serta Air Parit Yang Disiram bercampur kotoran Hitam Pekat Hingga TSF Harus Dirawat Inap

Dalam Video yang diunggah warga net berdurasi hampir dua menit itu menunjukkan TSF disiram air parit bercampur kotoran berwarna hitam pekat, bahkan diakhir durasi, seorang warga menarik kepala TSF keatas sambil menyiram air yang penuh kotoran hingga sedikit tertelan dan memasuki hidung TSF. Akibatnya kini kondisi TSF harus dirawat inap.

DK menyebut bahwa selain terminum dan masuk kehidung, tangan suaminya  juga terluka karena dipukul warga sehingga kondisinya melemah dah kini telah dibawa ke rumah sakit di Banda Aceh.

  1. TSF akan berangkat ke Haji

Diketahui bahwa Kepala Bappeda Kota Langsa merupakan salah satu Jamaah Haji yang ikut berangkat tahun ini, namun kejadian tersebut membuat kondisinya sakit hingga harus di opname.

“ Semoga aja dalam beberapa hari ini bisa pulih dan kuat untuk berangkat ke tanah suci” ujar istri sirrinya DK.

6. Warga telah lama menaruh Curiga karena tak melapor

Salah seorang Warga menyebut bahwa mobil yang dikendarai DK dan suaminya sering sekali mampir namun tidak melapor ke perangkat gampong sehingga warga tidak menyangka bahwa mereka adalah suami istri.

” Kakaknya yang tinggal dirumah itu tidak pernah melapor ke warga soal adiknya yang seringkali mampir, jadi kami curiga bahwa mereka bukan pasangan suami istri, apalagi istrinya terlihat muda sekali” ucap warga. (mai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here