AtjehUpdate.com, Banda Aceh – Dinas
Kesbangpol Aceh mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan mengundang
perwakilan 20 peserta dari perwakilan Ormas dan OKP dengan mengambil tema “RPJM
Aceh antara harapan dan tantangan menuju Aceh hebat”.
Adapun yang menjadi
narasumber di acara tersebut adalah Elly Sufriadi, S.SI,M.Si yang juga
merupakan sekretaris dari Tim RPJM Pemerintahan Irwandi-Nova. Kegiatan ini diadakan
di Warkop Zakir Lampriet, Kamis (13/07).
Dalam pertemuan itu, salah
satu peserta dihadiri oleh Ketua Pemuda Dewan Dakwah Aceh, Basri
Effendi,SH,MH,Mk.n mengharapkan pemerintah jangan hanya fokus pada pembangunan
fisik saja tapi mental juga harus dibangun.
“Dalam bidang agama
jangan hanya bangun mesjid saja, tapi bagaimana agar mesjid itu penuh. Harapan
kami pada pemerintah agar berupaya menghidupkan pengajian di kampung-kampung,
berupaya menambah SDM bidang agama, misalnya hafidz atau ustadz-ustadz/ tengku,
dan harus ada anggaran khusus untuk ini,” ujar Basri.
Basri menambahkan, program
RPJM terkait ekonomi “Pemerintah harus punya program khusus untuk
entrepreneur, khususnya pemuda. Pemerintah tidak hanya membahas modal tapi juga
membina para pengusaha muda,”.
Hal ini juga bisa
dilakukan dengan sinergi dengan pengusaha, katanya “Misalnya dengan konsep
orang tua asuh, pengusaha membina calon pengusaha dan program ini harus punya
indikator yang jelas dan terukur. misalnya nya program 50.000 entrepreneur muda
baru,” harap Basri.
Kemudian Basri juga
menyebutkan bahwa syariat islam harus menyeluruh bukan hanya jinayah saja dan
bukan hanya terkesan bahwa itu tugas dinas syariat islam saja.
“Seluruh unsur
pemerintah harus bersyariat dan harus ada TIM yg mengawal bahwa semua program
pemerintah sudah sesuai syariat islam,” katanya lagi.
Sementara Tuanku Muhammad,
selaku Ketua Umum PW KAMMI Aceh mengharapkan agar di pemerintahan Irwandi-Nova kedepan
permasalahan syariat Islam harus menjadi prioritas utama.
“Pemerintah sekarang
juga harus menaruh perhatian penting terhadap keberlangsungan Organisasi
kepemudaan dan perlibatan pemuda dalam membangun Aceh,” ujar Tuanku.
Disamping itu, Tuanku juga
menegaskan pentingnya alokasi dana pendidikan yang mencapai 20 % sebagaimana
yang tertuang didalam UUPA. Selama ini dana pendidikan masih dibawah 20% dan
alokasinya juga masih berkutat di tataran pembangunan infrastruktur.
Disamping itu juga, Tuanku
mengatakan pemerintah Irwandi harus mampu memenuhinya janjinya dulu dalam hal
JKA.
“Rakyat Aceh sangat
ingin program JKA ini bisa menyelesaikan permasalahan yang selama ini dirasa
banyak ditemukan dalam pelaksanaan BPJS,” imbuh Tuanku.[Najmi]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here