Ketua DPRK Langsa,
Burhansyah dan Ketua Fraksi PA, Samsul Bahri serta anggota DPRK Langsa,
Amirullah saat melakukan peninjauan pekerjaan peningkatan Jalan Asam
Petik-Meurandeh, Kec. Langsa Lama, Jumat (7/7).
AtjehUpdate.com, LANGSA – Ketua DPRK Langsa,
Burhansyah SH, didampingi Sekretaris Komisi IV DPRK Langsa, Samsul Bahri SH dan
Amirullah, melakukan peninjauan proyek pembangunan talud di Gampong Meurandeh
Kloneng, Kec. Langsa Lama, Jumat (7/7), dan pihaknya meminta agar dibobok
kembali sepanjang 250 M, pasalnya jarak pemasangan besi dinding talud sangat
jauh.
“Kita langsung ke
lokasi pengerjaan proyek pembangunan talud tersebut untuk melihat secara dekat
pekerjaan talud, karena kami dapat laporan bahwa adanya pemasangan jarak besi
yang menyimpang dan kita minta segera dibobok kembali,” tegas Burhansyah.
Dijelaskannya lagi, temuan
kita dilapangan bahwa jarak besi pada dinding talud tersebut seharusnya
berjarak 15 cm, namun kenyataan didapati jarak besi dipasang sekitar 20 cm hingga
40 cm, inikan sudah menyimpang dari ketentuan RAB, dan harus diperbaiki.
Lanjutnya, apabila dinding
talud ini tidak dikerjakakan sebaik mungkin maka dikwatirkan ketika dicompaq dengan
alat berat pada saat pengaspalandinding dimaksud akan jebol.
“Kita tidak mau uang
rakyat ini menjadi mubazir, makanya ketika pelaksanaan proyek harus mengacu
pada RAB dari Dinas PUPR Kota Langsa,” imbuh Burhansyah.
Hal senada juga ditegaskan
oleh, Samsul Bahri SH, pada pengawas dan konsultan agar serius dalam melaksanakan
tugas diembannya, dan Dinas PUPR Kota Langsa juga proaktif dalam mengontrol
pekerjaan tersebut.
“Kita minta pengawas
lapangan maupun konsultan jangan bermain-main dalam menjalankan tugasnya,
jangan banyak tidur tapi mesti sering kelokasi pekerjaan untuk kroscek
pekerjaan, karena honor yang diberikan untuk pengawas dan konsultan sudah
ada,” terang Samsul yang akrab disapa Robert.
Dikatakan Robert lagi,
bahwa terdapat kejanggalan pada dinding talud tersebut yakni terdapat goni
tanah dalam coran dinding talud tersebut, ini semacam pekerjaan yang kurang
profesional.
“Kita sangat
menyayangkan hasil kerja pihak rekanan, mohon dibongkar dan diperbaiki, serta
kita minta das (abu batu) ditambah agar pada base B dapat melekat kuat,”
imbuh Robert yang juga Ketua Fraksi Partai Aceh (PA) itu.
Dalam plang tertera DAK
2017 dengan No. Kontrak 10/SPK/60/DAK-LU/BM-2017, Pekerjaan Peningkatan Jalan
Asam Petik-Meurandeh, dengan nilai Kontrak Rp. 9.377.000.000, dan pihak
pelaksana PT Mon Mata Raya.
Sementara itu Kabid Bina
Marga PUPR Kota Langsa, Maulizar ST, yang dikonfirmasi wartawan menyatakan
bahwa pekerjaan pembuatan dinding talud tersebut harus dibongkar.
“Kita surati pihak
rekanan dan minta segera dibongkar kembali dinding talud tersebut, dan
disesuaikan dengan spesipikasi gambar kerja yang sudah ada,” papar
Maulizar.
Pihak PPTK Bina Marga,
Surya Bakrie, mengatakan bahwa akan menghitung ulang dan akan kita bayar sesuai
dengan yang telah kita hitung saja.
Sementara itu Geuchik
Meurandeh, Hariadi, yang juga hadir dilokasi proyek pembangunan sangat
menyayangkan hasil kerja pihak rekanan.
“Kita sayangkan juga
hasil kerjaan pihak rekanan, maunya dikerjakanlah sesuai ketentuan sehingga
Gampong kami juga akan baik,” kata Hariadi.[Ra]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here