Ketua Fraksi PKS Ajak Bangsa Indonesia Boikot Produk AS

0
56

AtjehUpdate.com,- JAKARTA, Gelombang massa yang besar kembali mengikuti Aksi Bela Palestina yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia Minggu 17/12 di Lapangan Monas.

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini menyebut gelombang aksi massa dalam satu bulan ini menunjukkan begitu besar “cinta dan solidaritas” rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina sekaligus kecaman dan kemarahan klaim sepihak Amerika dan Israel atas Yerusalem.

“Jangan tanyakan cinta dan solidaritas rakyat Indonesia untuk kemerdekaan Palestina. Aksi hari ini menjadi momentum mengukuhkan solidaritas kemerdekaan Palestina tersebut sekaligus dukungan atas seruan MUI untuk memboikot (produk)  Amerika jika tidak segera membatalkan klaim Yerusalem sebagai ibukota Israel,” tegas Jazuli di hadapan massa siang ini.

Selain itu, Anggota Komisi I DPR itu merasa bangga dan mengapresiasi aksi yang dipimpin oleh MUI hari ini yang “mampu menyatukan berbagai ormas dan berbagai elemen rakyat bersatu untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina yang tertindas akibat penjajahan Israel.”

“Kita merasakan betapa pahitnya dijajah ratusan tahun. Untuk itu kita berkomitmen membebaskan Palestina dari penjajahan Israel karena satu-satunya bangsa yang belum merdeka ialah Palestina,” ucap Jazuli yang konsen memperjuangka Islam.

Baca Juga  Irwandi: Kekayaan Alam Aceh Timur Anugerah Allah Untuk Kesejahterasn Rayatnya

Terlebih lagi lanjut Jazuli, dalam catatan sejarah kemerdekaan Indonesia, negara-negara Arab termasuk bangsa Palestina, merupakan negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia. “Dukungan Palestina ini diwakili oleh mufti besar Palestina, Muhammad Amin Al-Husaini yang secara terbuka mengucapkan selamat atas kemerdekaan Indonesia,” jelas Jazuli.

Khusus kepada Pemerintah Amerika, Ketua Fraksi PKS meminta agar berhenti membuat kekacauan dunia dengan sikapnya yang mengabaikan upaya mewujudkan perdamaian dunia khususnya di Palestina.

“Amerika harus memahami prinsip-prinsip perdamaian dunia. Sebagai negara besar Amerika seharusnya mampu memainkan peran perdamian, menjadi wasit dalam setiap persoalan konflik dan pertikaian dunia, bukan justru menciptakan konflik dan mendukung penjajahan seperti sikapnya saat ini,” serunya.

Jika tidak, lanjut Jazuli, Amerika jangan lagi ‘sok’ mengaku sebagai kampium demokrasi dan polisi dunia. Sikap Presidennya yang membabi buta membela penjajah Israel “sungguh mengecewakan dan tak bisa ditolelir” oleh masyarakat dunia.

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here