KIP Langsa Siap Coklit Data Pemilih

0
61
Agusni AH, ketua KIP Langsa
Agusni AH, ketua KIP Langsa

AtjehUpdate.com,- LANGSA, Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Langsa, mulai melakukan coklit data pemilh terhitung tanggal 17 April hingga 16 Mei mendatang.

“Kami siap melaksanakan bimbingan teknis (Bimtek) pemuktahiran data pemilih Pemilu 2019 kepada sejumlah petugas pendaftaran pemilih (Pantarlih) di daerah itu,” ujar Ketua KIP.

Pihaknya akan melaksanakan bimtek bertahap bagi petugas coklit yang mencacah pemuktahiran data pemilih Pemilu 2019, Kamis (13/4/2018).

Lebih jauh ketua KIP menyebutkan, melalui Petugas Pemungutan Suara telah merekrut sejumlah petugas pemuktahiran data pemilih (PPDP). Tahapan ini merupakan bagian pencacahan sebelum penetapan daftar pemilih sementara, tambah Agusni.

Senada dengan Agusni, Syukri,ST, ketua Pokja Pantarlih menjelaskan bahwa pemuktahiran data tersebut merujuk pada UU No 7 tahun 2017 tentang Pemilu 2019 dan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 11 tahun 2018 tentang pendaftaran pemilih.

Selain PPDP, bimtek juga diberikan kepada petugas PPK dan PPS dalam wilayah Kota Langsa guna memahami proses coklit yang dilaksanakan serentak sejak 17 April hingga 16 Mei mendatang.

“Bimtek hari ini untuk Kecamatan Langsa Kota, besok Kecamatan Langsa Timur, Sabtu, Kecamatan Langsa Lama dan Langsa Baro dan Langsa Barat pada hari Minggu,” jelas Syukri.

Ia menambahkan, hasil coklit petugas PPDP akan dilakukan rekapitulasi berjenjang mulai tingkat PPS, PPK dan penetapan hasil pemuktahiran data pemilihan menjadi daftar pemilih sementara (DPS) oleh KIP Kota Langsa.

Sejauh ini, kata Syukri, pihaknya memprediksi terdapat 440 tempat pemungutan suara (TPS) untuk Pemilu 2019, dikarenakan jumlah pemilih per TPS dibatasi 300 orang.

Jumlah tersebut berbeda dengan Pemilu 2014 yang hanya 278 TPS dengan jumlah pemilih 500 orang/TPS. “Kita menyesuaikan dengan regulasi yang berlaku sehingga dari 66 desa terdapat skema 440 TPS pada Pemilu 2019,” urai Komisioner KIP Kota Langsa yang membidangi divisi perencanaan dan data tersebut.

Walau demikian, sambung Syukri, jumlah TPS masih bisa bertambah atau berkurang tergantung hasil pemuktahiran data pemilih oleh petugas nantinya. “Bisa bertambah atau berkurang jumlah TPS jika terdapat penambahan atau pengurangan jumlah pemilih yang signifikan usai di coklit oleh prtugas.

Akan tetapi semua itu tergantung pada situasi dan kondisi di lapangan, asalkan tidak melanggar rambu – rambu yang telah ditentukan.

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here