AtjehUpdate.com, Aceh Timur – Komite Pemantau
Program Hutan Indonesia (KPPHI) Kabupaten Aceh Timur menyesalkan kasus dugaan
korupsi Dinas Pertanian Aceh Timur yang sempat menyita perhatian publik, kini
tenggelam bak ditelan bumi.
Hal itu dikatakan Kabid
Hukum KPPHI Kabupaten Aceh Timur, Yunan Nasution, SH, Sabtu (15/7) melalui
pesan WhatsApp nya pada atjehupdate.com.
Dikatakan, hingga saat ini
pihaknya masih percaya dan optimis terhadap penegakan supremasi hukum di Aceh
Timur,  dan terus memantau serta
mengikuti langkah perkembangan proses hukum terhadap kasus dugaan korupsi Dinas
Pertanian Kabupaten setempat. Selain itu juga, pihaknya masih menunggu khabar
baik dari pihak Kejaksaan Idi.
Menurut keterangan Kasie
Pidum kepada pihaknya, sebelum Idul Fitri kemarin pihak kejaksaan akan lakukan
gelar perkara, serta dari hasil gelar perkara itu dapat dipastikan layak atau
tidaknya kasus dugaan korupsi itu dilanjutkan ketahap penyidikan.
Namun sangat disesalkan
hingga saat ini pihaknya belum mendapat pemberitahuan terhadap perkembangan
atau kelanjutan terhadap kasus ini.
“Untuk lebih
jelasnya, silahkan tanyakan pada pihak kejaksaan,” kata Yunan pada awak
media.
Aktifis muda Aceh Timur
ini menegaskan, jika kasus ini tidak ada tindak lanjutnya serta tidak ada
penetapan tersangka. Pihaknya akan melakukan aksi yang melibatkan berbagai
elemen sosial masyarakat.
“Jika bulan juli ini
belum juga ada penetapan tersangka, kami akan buat ramai Aceh Timur.”
tuturnya.
Disinggung tentang maksud
dari kata buat ramai. Yunan menjawabnya, “Kita lihat saja nanti, karena
kasus ini sudah diketahui luas oleh publik, kita juga telah mendapat dukungan
dari para tokoh, baik di daerah maupun nasional,” tutupnya.[Jagad] 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here