AtjehUpdate.com,- Meureudu, Kecewa karena Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang diurusnya sudah dua hari tak kunjung selesai, seorang warga Gampong Meunasah Baro, Kecamatan Bandar baru, Hadiah Ihdini (17), memecahkan kaca kantor Kependudukan setempat dengan melempar batu, Rabu (3/10/2018).

“Pelaku pelemparan kaca kantor diduga mengalami gangguan jiwa, ” ucap salah satu pegawai Disdukcapil Pijay, yang enggan disebut namanya kepada Atjeh Update.com (4/10/2108).

Kekecewaan yang sama juga dirasakan oleh Fauzi (36) warga kecamatan Trienggadeng, dia kecewa lantaran kelakuan petugas yang tidak bertanggung jawab atas hilangnya surat pindah keponakannya yang bernama Suryani, pindahan dari Sumatra Utara dengan nomor penerimaan petugas pencapil Pijay, SKP/KK/10/49150 hilang setelah di terima petugas Kantor Disdukcapil setempat.

“Surat Pindah keponakan saya dari Sumatra Utara ke Pidie Jaya sudah saya serahkan ke petugas seminggu yang lalu. Ketika saya datang untuk mengambilnya dengan membawa bon penerimaan dari petugas, eh malah mereka tidak tahu entah ditaruk dimana. anehnya lagi, sudah tiga kali saya datang, mereka bilang belum mencarinya,” Kata Fauzi.

Ihwal kehilangan surat pindah  tersebut, petugas langsung menyuruhnya untuk membuat laporan hilang kepada polisi.

” Padahal yang membuat hilang pihak dikantor dinas, kok malah disuruh buat surat hilangnya pada saya,” Jelas Fauzi.

“Dimana tanggung jawab para pekerja kantor catatan sipil ini. Mereka ceroboh dan tidak bertanggung jawab dalam bekerja,” ujar Fauzi, dengan nada emosi.

Sementara itu, Idawati, petugas pendataan pada pencatatan sipil yang disambangi dalam ruang kerjanya mengatakan pihaknya telah meminta masyarakat untuk tetap bersabar dalam mengurus keperluannya.

“Masyarakat memang tidak sabar. Benarpun kita buat, tetap dinilai salah. Inilah resiko kami,” terang Idawati Singkat.

Sementara, Helmi, kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Pidie Jaya, dalam klarifikasinya pasca dipecahkan kaca jendela oleh salah seorang pembuat KTP mengatakan, pelaku merupakan orang yang mengalami gangguan jiwa.

Terkait lamanya pembuatan KTP atau surat kependudukan lainnya, Helmi berdalih karena selama pendaftaran CPNS online tiap hari mencapai 300 orang lebih yang membuat perlengkapan administrasi di disdukcpil.

“Selama ini hampir tiap hari mencapai 300 lebih masyarakat yang membuat Surat di sini, ya, KTP, Akta Kelahiran, KK dan berbagai macam keperluan lain. Sedangkan penyediaan blanco E-KTP persediaannya cukup. Tidak ada yang kurang,” Jelas Helmi. (Mul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here