Lantik Bupati Aceh Tamiang, Gubernur : Kita Wellcome Terhadap Investor

0
76

AtjehUpdate.com,- Kualasimpang, Sejumlah perusahaan perkebunan yang beroperasi di Kabupaten Aceh Tamiang baik BUMN maupun Swasta selama ini dinilai lupa bayar pajak kepada daerah. Padahal, dari pendapatan dan keuntungan yang mereka (perusahaan) dapatkan cukup besar, namun kurang sekali kesadaran perusahaan menyetorkan pajaknya.

“Kami mencatat setidaknya ada 21 perusahaan besar yang mengembangkan usaha perkebunan diwilayah ini, terutama sawit dan karet, tapi mereka selalu mengabaikan mebayar pajak bahkan tidak ada mengalokasikan dana corporate sosial responsibility (CSR) mereka,” tandas Gubernur Aceh, drh H Irwandi Yusuf, M.Sc dalam acara pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tamiang periode 2017-2022, di ruang Sidang Utama, Gedung DPRK Aceh Tamiang, Jumat (29/12) pagi.

Atas ketidak taatan terhadap pajak tersebut, Irwandi Yusuf, pun pernah mengutus intelijen ekonomi dari provinsi ke Aceh Tamiang untuk menelusuri sejumlah perusaahaan yang membandel tersebut.

Sebelumnya, Gubernur mendapat laporan bahwa kebanyakan perusahaan yang beroperasi di Aceh Tamiang sering lalai pajak. Hal itu berdampak, pada pemasukan untuk daerah dari sektor pajak sangat minim. Disamping itu pihak perusahaan juga banyak mengabaikan kwajiban CSR dilingkungannya beroperasi. “Padahal dana CSR itu wajib, kita bukan pengemis dana itu, tapi karena dia (perusahaan) diberi konsensus lahan beroperasi di Aceh maka harus ada program tanggungjawab sosial perusahaan/CSR,” tegasnya.

Baca Juga  Bupati Hamdan Sati Pamitan dan Ajak Masyarakat Dukung Program Kerja Bupati Terpilih

Gubernur Irwandi kembali menegaskan, terhadap perusahaan yang tidak taat, selalu mengabaikan CSR dan pajak akan dikenakan finalti dengan sanksi penyitaan terhadap aset perusahaan.

Namun begitu Irwandi Yusuf meminta pemerintah daerah wajib memberi kemudahan-kemudahan kepada perusahaan. Pemkab Aceh Tamiang juga tidak perlu menutup investasi baru seperti rencana pembangunan industri pabrik semen di kawasan hulu jangan di stop tapi harus dilanjutkan.

“Saya selaku Gubernur selalu wellcome kepada investor, silahkan berinvestasi apa saja di Aceh, tapi harus tetap penuhi kaedah-kaedah bisnis, lingkungan hidup, tata ruang dan lainnya. Lingkungan hidup adalah tempat dimana kita hidup. Jika lingkungan rusak maka akan tidak benar hidup kita,” ujarnya menyarankan.

Gubernur Irwandi juga menyinggung, geografis Aceh Tamiang yang kerap dilanda banjir setiap tahunnyaa karena hutan dipegunungan terus digerogoti pembalak liar. Maka dari itu, Irwandi Yusuf akan tetap mempertahankan aturan Moratorium Loging baik yang miliki izin konon lagi yang illegal. Penegasan itu dilakukan agar hutan Aceh yang dikenal paling seksi dengan sebutan “karpet hijau” bisa terus bernafas “Ibarat janji Allah, kerusakan alam itu akibat ulah manusia,” cetusnya.

Sementara kepada bupati dan wakil bupati yang baru saja dilantik Gubernur berpesan, dengan berbagai potensi yang dimiliki Aceh Tamiang hendaknya dapat dimanfaatkan secara optimal dengan menciptakan iklim yang kondusif bagi pengembangan investasi.

Baca Juga  Demokrat Buka Pendaftaran Bakal Calon Bupati Asel Periode 2018-2023

Pemerintah Atam diminta untuk terus berinovasi, agar letak strategis wilayah yang berbatasan dengan provinsi Sumatera Utara dapat termanfaatkan dengan baik. “Terus kembangkan sektor jasa dan perdagangan. Jangan berhenti menggali potensi kekayaan yang ada diwilayah ini,” pesan  Gubernur yang karib disapa Bang Wandi tersebut.

Dan yang terpenting ungkap Irwandi, dalam mewujudkan pelayanan skala besar, selesaikanlah pembangunan berbagai fasilitas publik, seperti jalan dan jembatan terutama di pedalaman yang menghubungkan antara Aceh Tamiang dan wilayah lain,” ujarnya.

Sementara itu Bupati Aceh Tamiang, H Mursil, SH.MKn usai dilantik langsung meminta dukungan dari Gubernur untuk kelanjutan pembangunan jalan elak di Aceh Tamiang. Di mana, sudah lima tahun terakhir proyek jalan elak yang menghubungkan tiga kecamatan tersebut kondisinya terbengkalai kembali menjadi hutan.

Mursil juga menginginkan dapat alokasi anggaran lebih besar lagi dari Pemprov Aceh untuk membangun sarana dan prasarana di Aceh Tamiang yang masih jauh tertinggal dari daerah lainnya di Aceh. Sejumlah sarana yang diminta tersebut yaitu, sarana ibadah Mesjid Agung, jalan dan jembatan.

“Mengingat APBK Aceh Tamiang tidak begitu besar baru sekitar Rp 6 Triliun/tahun termasuk disitu belanja rutin pemerintah, dirasa anggaran itu tidak cukup untuk membangun infrastruktur yang dibutuhkan. Sungai Aceh Tamiang sangat panjang, jika ada dana 100 miliar hanya bisa untuk membangun tiga jembatan,” urainya.

Baca Juga  Fazlu Hasan : Langsa Tidak Butuh Penguasa, Langsa Perlu Seorang Pemimpin

Pasca dilantik, Mursil juga memprioritaskan untuk menghiasi wajah Kota Kualasimpang yang selama ini tidak banyak berubah dan dikenal sebagai kota penuh dengan kesemerawutan.

Amatan AtjehUpdate.com, prosesi pelantikan berjalan aman dan lancar dengan pengawalan ketat ratusan personel gabungan terdiri atas, Polisi, Brimob, TNI dan Satpol PP. Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf tiba sekitar pukul 09.15 WIB dan langsung memasuki ruang pelantikan/VVIP yang dikawal oleh aparat bersenjata lengkap.

Di sisi lain, sejumlah tamu undangan yang terlambat datang terpaksa kecewa karena tidak diperkenankan masuk ke dalam sesuai Protap acara pelantikan tersebut. Tamu VVIP yang diluar diantaranya justru tiga orang anggota dewan yang merupakan tuan rumah yakni, Miswanto, Suherman dan Mawardinur. Alasan mereka terlambat karena susah mencari tempat parkir dan terlalu jauh.

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here